Puluhan Rumah Warga Murung Raya Terendam Banjir

Genangan Air di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah
Genangan Air di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah
Sumber :
  • BNPB

Padang – Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis sebanyak 32 rumah warga dan satu unit rumah ibadah di Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, hingga kini masih terendam banjir yang disebabkan terjadinya peningkatan daerah aliran Sungai Barito akibat tingginya curah hujan sejak Senin kemarin.

Menurut Abdul, berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, genangan air masih menggenangi pemukiman warga di beberapa titik. Petugas BPBD dan dinas terkait, sampai kini masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi dampak banjir atau pun potensi banjir susulan. 

Adapun wilayah yang terendam banjir kata Abdul, antara lain Desa Muara Joloi II di Kecamtan Seribu Riam, Kelurahan Tumbang Lahung, Kelurahan Muara Bakanon, Desa Pantai Laga di Kecamatan Permata Intan, Kelurahan Beriwit, Kelurahan Puruk Cahu Seberang, Desa Juking Pajang, Desa Bahitom, Desa Danau Usung, dan Desa Muara Sumpoi di wilayah Kecamatan Murung.

Selanjutnya, Kelurahan Tumbang Kunyi, Desa Teluk Jolo, Desa Tumbang Molut, Desa Tumbang Masao di Kecamatan Sumber Barito, Desa Tumbang Olong I di Kecamatan Uut Murung dan Kelurahan Muara Laung I, Kelurahan Muara Tuhup di wilayah Kecamatan Laung Tuhup.

“BPBD Kabupaten Murung Raya mencatat, peristiwa tersebut berdampak pada 32 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu, namun aktivitas masyarakat menjadi terhambat,”kata Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis 8 September 2022.

Lebih lanjut Abdul, sebagai bentuk upaya percepatan penanganan banjir tersebut, Tim BPBD Kabupaten Murung Raya telah turun ke lapangan guna melakukan kaji cepat situasi, monitoring berkala kondisi banjir, serta membantu proses evakuasi warga.

“Kita juga berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait seperti TNI, Polri, pemerintah desa setempat serta relawan untuk memantau kondisi daerah aliran sungai (DAS) Barito,”tutup Abdul Muhari.