Tiwul: Makanan Pokok Nusantara yang Bangkit Kembali

Tiwul
Sumber :
  • Freepik

Padang – Di tengah dominasi nasi putih, tiwul hadir sebagai permata kuliner yang tak hanya kaya sejarah, tetapi juga sarat akan manfaat kesehatan.

img_title Sejarah Soda Gembira, Minuman Jadul yang Tetap Digemari Lintas Generasi

Makanan tradisional yang terbuat dari singkong (ketela pohon) ini pernah menjadi makanan pokok utama di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah yang sulit ditumbuhi padi seperti Gunung Kidul, Wonogiri, Pacitan, hingga sebagian daerah di Jawa Timur.

Kini, tiwul kembali populer, tidak hanya sebagai nostalgia, tetapi juga sebagai pilihan makanan sehat yang patut diperhitungkan.

img_title Capai 1.684 Gerai, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota dengan Sentra Rumah Makan Padang Terbanyak di Indonesia

Tiwul adalah bukti kreativitas dan ketangguhan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

Pada masa lalu, ketika beras sulit ditemukan atau mahal, singkong menjadi penyelamat. Singkong diolah sedemikian rupa melalui proses panjang yang meliputi pengupasan, pencucian, penjemuran (menjadi gaplek), hingga penumbukan atau penggilingan menjadi tepung, lalu dikukus hingga menjadi butiran-butiran lembut menyerupai nasi.

img_title Mengulik Tahu Brontak, Camilan Gurih yang Mudah Dibuat di Rumah

Proses pembuatan tiwul yang membutuhkan kesabaran ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola pangan dan bertahan hidup.

Meski sederhana, tiwul memiliki cita rasa khas yang gurih dan sedikit manis, serta tekstur kenyal yang unik.

Di balik kesederhanaannya, tiwul menyimpan segudang manfaat kesehatan yang menjadikannya alternatif makanan pokok yang menarik:

Sumber Karbohidrat Kompleks: Tiwul terbuat dari singkong, yang merupakan sumber karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga memberikan energi yang stabil dan tahan lama. Ini mencegah lonjakan gula darah mendadak, menjadikannya pilihan yang baik bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah.

Indeks Glikemik Rendah: Dibandingkan nasi putih, tiwul memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah.

Ini berarti tiwul tidak akan menyebabkan kenaikan gula darah yang drastis setelah dikonsumsi, sangat bermanfaat untuk mengelola diabetes dan mencegah resistensi insulin.

Tinggi Serat: Proses pengolahan singkong menjadi tiwul mempertahankan sebagian besar kandungan seratnya. Serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan, membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus.

Konsumsi serat yang cukup juga dapat membantu mengontrol berat badan karena memberikan rasa kenyang lebih lama.

Halaman Selanjutnya
img_title