UIN Imam Bonjol Luncurkan MTs Digital Pertama di Sumbar
- Kemenag Sumbar
Padang – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang mengambil langkah inovatif dengan menggagas berdirinya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Quranic Scientia.
Madrasah laboratorium berbasis digital ini berlokasi di Kampus II Lubuk Lintah, Padang, dan telah beroperasi sejak Juli 2024.
Plt. Kakanwil Kemenag Sumbar, Edison, menyatakan rasa bangga dengan kehadiran MTs Quranic Scientia.
Ia menilai madrasah ini akan sangat mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam dan pendidikan karakter di Sumatera Barat.
"Kami cukup takjub saat melihat semua proses belajar mengajar di madrasah ini berbasis digital. Bukan hanya guru, murid, bahkan orang tua pun bisa mengawasi anak-anaknya secara digital," kata Edison dikutip dari keterangan resminya, Kamis 25 September 2025.
Ia berharap lulusan madrasah digital pertama di Sumatera Barat ini mampu menjadi generasi penerus yang memberikan kontribusi signifikan bagi daerah hingga tingkat nasional.
Kepala Madrasah, Doni Hanapi, menjelaskan bahwa MTs ini didirikan sebagai madrasah percontohan dengan kekhasan berbasis digital penuh.
"Mulai dari anak masuk sampai anak pulang, semua aktivitasnya berbasis digital. Anak-anak difasilitasi dengan tablet, dan guru dilengkapi dengan smart board (papan tulis digital)," jelas Doni.
Diketahui, MTs Quranic Scientia memiliki beberapa program unggulan (excellent program) yang dirancang untuk menciptakan siswa yang tangguh.
Program Tahfiz menargetkan siswa lulus dengan hafalan minimal lima juz agar bisa masuk sekolah unggulan tingkat SLTA melalui jalur prestasi.
Selain itu, ada program Pramuka untuk melatih jiwa kepemimpinan, serta Seni dan Sains yang berkolaborasi langsung dengan Fakultas Saintek UIN Imam Bonjol.
Dekan Fakultas Tarbiyah, Yasmadi, menegaskan bahwa target utama madrasah adalah mencetak generasi yang mumpuni secara akhlak dan kepribadian, sekaligus melek teknologi.
"Dengan berbasis digital akan melatih anak-anak ini menguasai teknologi. Kalau tidak melek teknologi, kita akan tergilas," ujarnya.
Yasmadi berharap program-program tersebut mampu mengantarkan siswa menjadi pribadi yang tangguh, hebat secara IT dan duniawi, namun tetap berbasis pada pengamalan Al-Qur'an dalam diri mereka.
Saat ini, MTs Quranic Scientia telah memiliki siswa kelas 7 (33 siswa) dan kelas 8 (17 siswa) yang melalui jalur seleksi ketat.