Tips Sehat Ramadan: Kapan Sebaiknya Ngopi Agar Lambung Tetap Aman?

Foto ilustrasi kopi
Sumber :
  • freepik

Padang – Menjaga stamina selama bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi para pencinta kopi. Perubahan pola makan dan tidur sering kali membuat jadwal konsumsi kafein menjadi berantakan. Jika salah mengatur waktu, asupan kopi justru dapat memicu dehidrasi hingga masalah lambung yang mengganggu ibadah puasa.

Para ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi kopi dilakukan dengan strategi yang tepat. Waktu paling ideal untuk meminum kopi bukanlah saat berbuka puasa atau tepat saat sahur, melainkan 1 hingga 2 jam setelah makan berbuka.

"Meminum kopi tepat saat perut kosong ketika berbuka sangat tidak disarankan karena dapat memicu kenaikan asam lambung secara drastis," ujar dr. Andi Pratama, praktisi kesehatan masyarakat. Menurutnya, setelah perut terisi makanan bergizi dan air putih yang cukup, dinding lambung akan lebih siap menerima sifat asam dari kopi.

Selain setelah berbuka, waktu alternatif lainnya adalah malam hari sebelum tidur, dengan catatan dilakukan minimal 2-3 jam sebelum beristirahat agar tidak memicu insomnia. Kafein memiliki efek diuretik yang mendorong tubuh lebih sering buang air kecil. Jika kopi diminum saat sahur, risiko dehidrasi di siang hari akan meningkat karena cairan tubuh terbuang lebih cepat.

Selain pengaturan waktu, porsi juga menjadi kunci. Batasi konsumsi maksimal 1-2 cangkir sehari selama Ramadan. Hindari menambahkan gula atau krimer berlebih yang dapat memicu lonjakan gula darah dan rasa haus yang lebih cepat muncul.

Untuk menjaga tubuh tetap bugar, pastikan asupan air putih tetap diprioritaskan dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur). Dengan pengaturan jadwal yang pas, para coffee addict tetap bisa menikmati hobi ngopi tanpa perlu khawatir jatuh sakit atau lemas saat menjalankan rukun Islam yang ketiga ini.

img_title Manfaat Ajaib Sarapan Buah Kurma: Booster Alami untuk Energi dan Kesehatan Tubuh