Berbasis Teknologi, Begini Cara Pemko Padang Bagi Daging Kurban Tahun Ini

Pemko Padang kembali mengandalkan sistem barcode untuk memastikan pembagian daging kurban
Sumber :
  • Diskominfo Kota Padang

Padang – Era antrean panjang yang melelahkan dan drama kupon ganda dalam pembagian daging kurban di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang kini resmi menjadi kenangan masa lalu. Memasuki tahun 2026, Pemko Padang kembali mengandalkan sistem barcode untuk memastikan proses distribusi daging kurban bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) berjalan rapi, cepat, dan transparan.

img_title Gelar Pilwana Serentak 7 Oktober 2026, Pemkab Solok Selatan Tetapkan Hari Libur Daerah dan Imbau Warga Gunakan Hak Pilih

Langkah digitalisasi ini diambil menyusul sukses besar pada uji coba perdana yang dilakukan tahun 2025 lalu. Ketua Panitia Kurban Pemko Padang, Didi Aryadi, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini merupakan solusi jitu untuk memangkas keruwetan birokrasi dan teknis di lapangan yang selama ini menjadi kendala tahunan.

"Sistem barcode ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Hasilnya terbukti sangat efektif dalam mengurai kerumunan, makanya tahun ini kita terapkan kembali untuk memberikan kemudahan bagi para peserta kurban," ujar Didi Aryadi, yang juga menjabat sebagai Asisten II Setdako Padang, Kamis (7/5/2026).

img_title Rahasia Kelezatan Gulai Kapalo Ikan khas Minang: Gurih, Segar, dan Bebas Bau Amis

Sebelum teknologi ini menyentuh ranah ibadah kurban, panitia kerap dipusingkan oleh berbagai persoalan klasik. Salah satu yang paling menonjol adalah adanya oknum yang mencoba menggandakan kupon fisik demi mendapatkan jatah lebih. Selain masalah integritas, penumpukan massa di area Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Air Pacah seringkali menyebabkan kemacetan total yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Kasubag Bina Mental Bagian Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, mengenang betapa kacaunya situasi di tahun-tahun sebelumnya sebelum sistem digital diperkenalkan.

img_title Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Luncurkan PETANI BERDASI Ubah ASN Jadi Produsen Pangan Mandiri

"Dulu pengambilan daging selalu menumpuk di satu titik dalam waktu yang bersamaan. Kawasan RPH Dinas Pertanian sampai macet total karena sirkulasi kendaraan dan manusia yang tidak teratur," ungkap Zul Asfi.

Mekanisme sistem ini dirancang sangat sederhana namun memiliki tingkat keamanan tinggi. Setiap ASN yang terdaftar sebagai peserta kurban akan menerima satu kode barcode unik melalui perangkat ponsel mereka. Saat tiba di lokasi RPH, peserta cukup menunjukkan barcode tersebut kepada petugas lapangan untuk dipindai.

Setelah barcode sukses dipindai, peserta berhak membawa pulang paket daging seberat 1,5 kg. Secara otomatis, sistem akan "mengunci" kode tersebut sehingga tidak dapat digunakan kembali untuk pengambilan kedua kalinya. Hal ini menutup celah manipulasi yang kerap terjadi pada sistem kupon kertas manual.

Halaman Selanjutnya
img_title