Mengapa Puasa Arafah Begitu Istimewa? Simak Penjelasan dan Makna Puasa Tarwiyah

Wukuf di Arafah
Sumber :
  • AP

Padang – Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu momentum paling mulia dalam kalender Islam, yaitu Hari Raya Idul Adha. Bagi umat Muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji di tanah suci, ada dua amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

img_title Setelah IKM, Giliran FUIBB, Didukung Advokat Sunda, Seret Abu Janda ke Ranah Hukum

Secara khronologis, Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah ditunaikan pada tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum perayaan Idul Adha. Kedua puasa sunnah ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan memiliki makna historis dan spiritual yang sangat mendalam.

Makna di Balik Tarwiyah dan Arafah

img_title Kloter 1 Debarkasi Padang Tiba di BIM, 390 Jemaah Haji Asal Kota Padang Kembali dengan Selamat

Secara bahasa, kata "Tarwiyah" berasal dari kata ar-rawi yang berarti membawa air atau berpikir. Pada zaman dahulu, tanggal 8 Dzulhijjah adalah momen di mana para jemaah haji mempersiapkan perbekalan air yang cukup untuk dibawa menuju Mina dan Arafah. Dari sisi historis, hari ini juga dikaitkan dengan momen Nabi Ibrahim AS yang mulai berpikir dan merenungkan kebenaran dari mimpi pertamanya untuk menyembelih sang putra, Nabi Ismail AS.

Sementara itu, "Arafah" merujuk pada tempat berkumpulnya para jemaah haji untuk melaksanakan wukuf, yang merupakan puncak ibadah haji. Secara harfiah, Arafah berarti "mengerti" atau "mengetahui". Hari Arafah dimaknai sebagai momentum di mana Nabi Ibrahim AS akhirnya meyakini sepenuhnya bahwa mimpinya adalah wahyu dan perintah nyata dari Allah SWT. Bagi umat Muslim, hari ini menjadi waktu yang sangat sakral untuk merenung, mengenali diri, dan memohon ampunan.

img_title Libur Panjang Idul Adha, KAI Sumbar Sediakan 13.884 Tiket Kereta Api Tambahan

Keutamaan Luar Biasa Bagi yang Mengamalkan

Keutamaan kedua puasa ini telah disebutkan dalam berbagai hadis sahih. Puasa Tarwiyah, yang menjadi pembuka, diyakini memiliki keutamaan membersihkan diri dari dosa dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda karena dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah—hari-hari yang paling dicintai oleh Allah SWT untuk beramal saleh.

Namun, yang paling dinantikan adalah Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda mengenai puasa hari Arafah:

Halaman Selanjutnya
img_title