Kasus Peluru Nyasar di UNP Bukan yang Pertama

Seorang korban laki-laki tergeletak di trotoar akibat dugaan peluru nyasar di depan Gedung Rektorat UNP
Sumber :
  • IST

Padang – Kasus peluru nyasar yang menghantam kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (2/6/2026) sore, menorehkan luka mendalam bagi civitas akademika. Insiden yang menyebabkan dua orang terluka di alun-alun depan Gedung Rektorat UNP ini ternyata bukan pertama kalinya terjadi. Berdasarkan catatan jejak digital, peristiwa mengerikan ini merupakan kali keempat kampus UNP dihantam peluru nyasar sejak satu dekade terakhir.

img_title Gubernur Mahyeldi Besuk Ketua MUI Sumbar, Korban Kebakaran KMP Batumandi di RS Medika Cilegon

Informasi yang dihimpun menunjukkan rentetan kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2010, 2017, dan 2020. Pada tahun 2010, peluru nyasar melukai seorang mahasiswi Sosiologi bernama Astuti. Tujuh tahun berselang, tepatnya 2017, peluru nyasar merusak jendela lantai 3 Gedung Rektorat UNP pada malam hari. Kala itu, polisi menemukan dua butir proyektil. Sementara pada Februari 2020, kaca gedung kembali pecah dan proyektil berukuran 5,56 milimeter ditemukan di lantai 3 Gedung LP2M.

Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan riwayat kelam tersebut. "Iya. Saya tidak ingat persisnya. Tapi bisa dilihat di jejak digital," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

img_title ASDP Tanggung Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi di Pelabuhan Merak, Pendataan Ganti Rugi Mulai Dilakukan

Insiden terbaru terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dua korban yang sedang duduk di alun-alun kampus, yakni Nova Wirantika (25), mahasiswi Pendidikan Sosiologi FIS UNP, dan rekannya Guruh Guino, tiba-tiba terkena peluru nyasar. Peluru diduga berasal dari lokasi latihan tembak TNI di Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari Kampus Induk UNP Air Tawar, Padang.

Rektor UNP, Krismadinata, yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP), langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Komandan Batalyon 133, KABINDA, serta Polsek Padang Utara.

img_title Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang KMP Batumandi Selamat Usai Kebakaran di Perairan Merak

Korban Nova segera dilarikan ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans UNP untuk menjalani operasi karena selongsong peluru bersarang di paha kirinya. Sementara korban Guruh Guino dipindahkan ke RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk proses pemulihan.

Pihak TNI bergerak cepat merespons insiden ini. Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya dugaan peluru nyasar tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada hari kejadian, Batalion DTP Singgalang memang sedang menggelar latihan menembak senjata laras panjang dari pagi hingga sore hari.

"Memang benar ada kejadian, ada dua masyarakat kita yang kena peluru nyasar, namun belum bisa dipastikan apakah peluru itu berasal dari anggota kodam kita yang sedang latihan atau bukan," kata Letkol Kav Taufiq.

Menanggapi fakta bahwa insiden ini kerap berulang, Taufiq menegaskan pihak TNI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lapangan tembak yang digunakan. Meskipun secara teknis fasilitas tersebut sudah memenuhi standar kelayakan, evaluasi tetap mendesak dilakukan demi keamanan warga kampus.

"Saat ini TNI fokus pada penanganan korban dan melakukan investigasi lanjutan. TNI juga menyatakan akan menanggung semua pembiayaan atau perawatan sampai korban sembuh," pungkas Taufiq.

Pihak petinggi TNI, mulai dari Pangdam Mayjen TNI Arief Gajah Mada hingga jajaran staf medis militer, juga dilaporkan telah hadir langsung di rumah sakit untuk memastikan penanganan terbaik bagi kedua korban.