Kemendikdasmen Terapkan Pendekatan Deep Learning untuk Bertransformasi di Jenjang SMK
- Kemendikdasmen
Padang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).
Langkah ini diwujudkan melalui ajang Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) jenjang SMK di BBPPMPV BOE Malang, Jawa Timur, Minggu kemarin.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa perbaikan kualitas pendidikan nasional harus dimulai langsung dari akar masalahnya, yakni pendekatan belajar di kelas.
Pendekatan Deep Learning dihadirkan sebagai solusi hulu untuk mengubah pengalaman belajar para murid secara mendasar.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Deep Learning berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu Mindful (Berkesadaran), Meaningful (Bermakna), dan Joyful (Menyenangkan).
Pendekatan ini secara konsisten menempatkan pengalaman serta kebutuhan belajar murid sebagai pusat dari seluruh proses pembelajaran.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menekankan bahwa esensi utama Deep Learning adalah nilai pemuliaan terhadap seluruh ekosistem sekolah.
Konsep ini dirancang untuk memuliakan murid tanpa memandang latar belakang akademik maupun ekonomi, sekaligus memuliakan guru dan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen Dikmen Diksus Tatang Muttaqin menyatakan bahwa penguatan Deep Learning merupakan elemen krusial dalam merancang pendidikan vokasi yang adaptif.
Ajang Aksi PM tidak sekadar kompetisi, melainkan wadah apresiasi serta ruang berbagi praktik baik bagi para guru SMK.
Tatang menambahkan, penilaian dalam Aksi PM dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh proses pembelajaran.
Penilaian mencakup aspek identifikasi masalah, pilihan strategi pedagogis, hingga dampak nyata yang dirasakan oleh murid di dalam kelas.
Inovasi konkret ditunjukkan oleh Krisna Kirana dari SMKN 2 Jiwan Madiun selaku peraih Terbaik 1 melalui karya bertajuk “MATABOR”.
Ia berhasil mengintegrasikan konsep matematika trigonometri ke dalam praktik pengeboran presisi bengkel mesin agar materi pelajaran menjadi lebih relevan dengan dunia kerja.
Sementara itu, peraih Terbaik 2 dari SMKN 1 Singosari Malang, Yusra Khairunnisa, menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality (AR).
Menggunakan Diorama AR, murid dapat memindai marker untuk mempelajari furnitur, psikologi warna, dan ergonomi secara interaktif dan menyenangkan.
Kedua pemenang tersebut mengajak seluruh tenaga pendidik di Indonesia untuk tidak ragu memulai perubahan dari langkah-langkah kecil di kelas.