Gunung Marapi Erupsi, Warga Diimbau Waspada dan Tidak Mendekati Kawah
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Gunung Marapi, yang terletak di Provinsi Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
Erupsi ini terjadi pada Rabu 27 Agustus 2025 pukul 09.14 WIB, dengan tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak.
Kolom abu yang tebal berwarna putih hingga kelabu ini terlihat condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27.1 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 38 detik.
Saat ini, status Gunung Marapi berada di Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar gunung serta para pendaki, pengunjung, atau wisatawan diimbau untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat kawah (Kawah Verbeek).
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi, diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar.
Ancaman ini sangat mungkin terjadi, terutama saat musim hujan. Selain itu, jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
PVMBG meminta masyarakat untuk menjaga suasana yang kondusif, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Sangat penting juga bagi seluruh pihak untuk selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Pemerintah Daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam juga diharapkan untuk terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi.
Hal ini penting untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai aktivitas Gunung Marapi.