Sumatera Barat Bersiap Jadi Sentra Tuna Indonesia Bagian Barat
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Teluk Kabung Kota Padang, Sumatera Barat, Senin sore 3 November 2025 tampak tenang, dikepung debur ombak dan hamparan kapa-kapal nelayan.
Pelabuhan yang terletak di bagian selatan Kota Padang ini, sejak lama menjadi jantung kehidupan dan kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan.
Dermaga Pelabuhan ini tak pernah sepi. Saban hari, ratusan kapal nelayan datang dan pergi, menciptakan hiruk-pikuk khas bahari. Saat kapal yang berangkat penuh harapan itu kembali bersandar, senyum nelayan merekah lepas. Lelah berminggu-minggu di laut pun seketika sirna, apalagi hasil tangkapan melimpah.
Nelayan tuna, menjadi salah satu sosok yang paling tangguh. Mereka bersiap menempuh perjalanan jauh ke tengah samudra, berburu ikan tuna komoditas laut yang bernilai tinggi. Bagi mereka, ikan tuna tak cuma hasil tangkapan.
Ilustrasi Nelayan
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Tuna dianggap sumber penghidupan, kebanggaan, dan simbol ketekunan. Untuk mendapatkan seekor tuna berkualitas ekspor, para nelayan harus berlayar berhari-hari, bahkan berminggu-minggu atau berbulan lamanya, melawan ombak besar Samudra Hindia.
Tuna hasil tangkapan nelayan di perairan Sumatera Barat, biasanya langsung dibawa ke tempat pelelangan atau gudang pendingin milik perusahaan eksportir. Dari sana, ikan berkualitas tinggi itu dibersihkan, dikemas, dan dikirim ke pasar ekspor di negara tetangga.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Widodo menyebut pihaknya bersama otoritas terkait lainnya, terus berupaya mendukung nelayan dengan pelatihan penangkapan ramah lingkungan serta penyediaan fasilitas cold storage untuk menjaga mutu hasil tangkapan. Langkah ini, diharapkan mampu menjaga keberlanjutan stok tuna sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pemerintah kata Widodo, sedang berupaya agar nelayan di Sumatera Barat bisa bertransformasi menjadi nelayan tuna. Selama ini, sebagian besar nelayan masih menggunakan kapal di bawah 30 Gross Ton (GT) dengan alat tangkap sederhana.
Hasil Tangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
“Padahal, potensi perairan di Sumatera Barat besar sekali, terutama ikan tuna. Kita mendorong nelayan bertransformasi menjadi nelayan tuna,”kata Widodo, Senin 3 November 2025.
Menurut Widodo, wilayah perairan Sumatera Barat ini termasuk jalur migrasi ikan tuna di dunia. Pemerintah pusat melalui KKP dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terus mendorong peningkatan kapasitas nelayan agar bisa naik kelas dari nelayan tradisional menjadi nelayan tuna yang professional dengan program yang mencakup tiga kesiapan utama yakni laik laut, laik tangkap, dan laik simpan.