Pemko Padang Targetkan Digitalisasi Satu Masjid Tiap Kelurahan pada 2029
- Adriana Adie
Padang – Pemerintah Kota Padang tancap gas dalam memodernisasi tata kelola rumah ibadah melalui program digitalisasi masjid.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menargetkan seluruh kelurahan di Kota Padang setidaknya akan memiliki satu masjid digital pada tahun 2029 mendatang.
Kata Maigus, langkah ini diambil guna mendorong transparansi manajemen keuangan dan administrasi masjid agar lebih akuntabel dan dapat diakses oleh jemaah secara luas.
Sejalan dengan visi tersebut, menurut Maigus, Pemko Padang juga mulai mengintegrasikan sistem digital dalam pemantauan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Mulai tahun ini, kehadiran ASN dan guru dalam kegiatan keagamaan akan dipantau langsung melalui sistem pemindaian barcode.
Maigus menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penilaian integritas serta pembuktian ketaatan pegawai terhadap sumpah jabatan yang telah mereka ucapkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, menekankan bahwa digitalisasi merupakan bagian dari empat tema prioritas tahun ini, termasuk program "Smart Surau" dan Pesantren Ramadan.
Melalui program ini, aktivitas belajar siswa akan dialihkan ke masjid guna memperkuat karakter berbasis religi.
Selain itu, Kemenag berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur masjid agar tetap bersih dan nyaman, serta menjamin suasana toleransi antarumat beragama tetap terjaga di tengah masyarakat Padang yang religius.
Tak hanya sebagai pusat ibadah dan pendidikan, masjid di Kota Padang juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial, terutama dalam pemulihan pascabencana.
Edy menyebutkan bahwa masjid diharapkan memiliki kepedulian tinggi terhadap warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana alam melalui penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
Fokus ini menjadikan masjid sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial dan pemulihan ekonomi umat di tingkat akar rumput.
Menutup rangkaian program tersebut, Ketua Baznas Kota Padang, Yuspardi, memaparkan sinergi penyaluran bantuan logistik dan air bersih bagi warga terdampak bencana.
Selama bulan Ramadan mendatang, Baznas akan menempatkan kotak infak di berbagai masjid yang hasilnya akan didistribusikan kembali secara transparan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi antara teknologi digital, manajemen masjid, dan lembaga zakat ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem sosial-keagamaan yang lebih kuat di Kota Padang.