Menelusuri Batu Lumuik, Perhiasan Berkelas dari Sumatra Barat
- indonesiakaya
Padang – Indonesia memang gudangnya batu mulia, namun jika bicara soal primadona dari Ranah Minang, perhatian pasti tertuju pada Batu Lumuik atau Batu Lumut. Batu Lumuik, merupakan salah satu jenis batu akik terkenal di Indonesia. Sesuai namanya, batu ini berasal dari daerah Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat. Bahkan, pesonanya telah menarik perhatian para pencinta batu permata dan kolektor dari berbagai belahan dunia. Lantas, apa yang membuat batu ini begitu istimewa?
Dikenal dengan julukan "Giok Sumatra" atau "Zamrud Sumatra", Batu Lumuik Sungai Dareh memiliki karakteristik unik yang sulit ditemukan pada jenis batu akik lainnya. Lantas, apa yang membuat batu ini tetap eksis dan memiliki nilai investasi tinggi meski tren batu akik nasional sempat fluktuatif?
Kolektor batu lumuik
- indonesiakaya
Daya tarik utama batu ini terletak pada serat hijaunya yang menyerupai lumut di dalam kristal bening. Secara geologis, batu ini masuk dalam kategori idocrase. Kualitas terbaiknya biasanya memiliki tingkat kekerasan mencapai 7 skala Mohs, yang membuatnya cukup tahan terhadap goresan dan sangat mengkilap setelah dipoles.
Ada beberapa varian populer yang menjadi incaran, di antaranya:
Lumuik Pucuk Pisang: Memiliki warna hijau muda kekuningan yang segar.
Lumuik Kumbang: Berwarna hijau tua pekat yang elegan.
Lumuik Kristal: Varian dengan tingkat transparansi tinggi sehingga serat lumut di dalamnya terlihat sangat jelas.
Sejarah mencatat bahwa popularitas Batu Lumuik melonjak tajam saat beredar kabar bahwa tokoh-tokoh besar, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan beberapa pemimpin negara lainnya, disebut-sebut mengenakan batu asal Dharmasraya ini. Hal ini sontak membuat harga pasarannya meroket dan menempatkan Dharmasraya sebagai titik temu para kolektor kelas kakap.
Bagi masyarakat Dharmasraya, Batu Lumuik bukan hanya komoditas, tapi juga identitas daerah. Proses pencariannya yang menantang—harus menyelam ke dasar sungai atau menggali di area perbukitan—menambah nilai eksklusivitas pada setiap bongkahannya.
Hingga kini, industri kreatif batu mulia di Sumatra Barat terus berupaya menjaga standar kualitas. Bukan sekadar dijadikan mata cincin, Batu Lumuik kini banyak diolah menjadi liontin, anting, hingga pajangan meja kelas atas.