Gubernur Mahyeldi Ajak Diaspora Pacu Pembangunan Sumbar
- Humas Sumbar
Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengajak seluruh diaspora dan perantau Minang untuk melipatgandakan peran serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan Sumatra Barat (Sumbar).
Menurutnya, kolaborasi antara ranah dan rantau bukan lagi sekadar ajakan moral, melainkan instrumen penting yang telah diatur secara legal dalam arah kebijakan strategis daerah.
Mahyeldi menegaskan bahwa keterlibatan kaum perantau ini telah tertuang secara resmi dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumbar Tahun 2025–2029.
Dokumen tersebut menitikberatkan pada pendayagunaan nilai gotong royong dan kerja sama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang terpadu, holistik, dan integratif.
"RPJMD Sumbar menegaskan pentingnya kolaborasi ranah dan rantau untuk mempercepat target pembangunan daerah," ujar Mahyeldi dikutip dari keterangan tertulis, Senin 25 Mei 2026.
Forum berskala nasional yang mengusung tema “Mufakat Ranah dan Rantau untuk Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri” ini menjadi ruang strategis.
Agenda tahunan tersebut sukses mempertemukan para tokoh puncak ranah dan rantau guna memantapkan jejaring diaspora sekaligus menyatukan visi bagi kemajuan kebudayaan Minangkabau.
Di hadapan para perantau, Mahyeldi turut memaparkan sejumlah tantangan krusial yang saat ini tengah dihadapi Sumbar.
Beberapa di antaranya meliputi pembenahan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan ketahanan pangan lokal, percepatan pertumbuhan ekonomi, hingga penyediaan infrastruktur dasar serta sosial ekonomi yang belum optimal.
Gubernur menilai, diaspora Minang yang tersebar di berbagai belahan dunia memiliki kapasitas, modal jejaring, serta akumulasi pengalaman yang sangat besar.
Potensi intelektual dan finansial dari rantau tersebut diyakini mampu menjadi energi baru (multiplier effect) untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan kemandirian di kampung halaman.
Selain fokus pada konsolidasi pembangunan ekonomi, perhelatan MDN-G 2026 ini juga disemarakkan dengan pameran literasi berupa buku-buku bertemakan Minangkabau.
Agenda pameran ini sengaja digelar sebagai upaya konkret mengobarkan kembali tradisi intelektual dan literasi budaya di kalangan generasi muda perantauan.
Momentum silaturahmi ini juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan Lifetime Achievement atau Pencapaian Sepanjang Hayat kepada sastrawan legendaris, Taufiq Ismail, atas kontribusi besarnya bagi dunia kesusastraan.