Kejar Target Zero New Stunting, Pemko Padang Panjang Dorong Intervensi Terpadu Dini
- Kominfo Padang Panjang
Padang – Ancaman stunting pada balita masih menjadi tantangan mendasar dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat daerah.
Menjawab persoalan krusial tersebut, Pemerintah Kota Padang Panjang memperkuat komitmen pencegahan dari hulu melalui agenda Pekan Zero New Stunting yang sudah diresmikan Wakil Wali Kota Allex Saputra Rabu kemarin.
Persoalan tengkes atau stunting dinilai bukan sekadar masalah gangguan pertumbuhan fisik anak, melainkan ancaman serius terhadap tingkat kecerdasan dan produktivitas generasi penerus di masa depan.
Oleh karena itu, strategi intervensi harus digeser dari sekadar penanganan kasus menjadi upaya pencegahan masif agar tidak ada lagi temuan kasus baru (zero new stunting).
Kegiatan intervensi terpadu bertajuk "Bersama Cetak Generasi Tangguh Bebas Stunting" yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang ini berlangsung selama tiga hari, 21–23 Juli 2026.
Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok rentan secara menyeluruh demi memutus rantai penyebab stunting sejak dini.
Dalam arahannya, Wawako Allex Saputra menegaskan bahwa indikator keberhasilan suatu daerah tidak boleh hanya diukur dari megahnya pembangunan fisik dan infrastruktur semata.
Investasi terbesar kota sejatinya terletak pada pemenuhan gizi dan jaminan kesehatan anak-anak sejak berada dalam kandungan.
"Saya berharap dan berdoa semoga ke depan tidak ada lagi balita di Padang Panjang yang mengalami stunting. Ini merupakan komitmen kita bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting," kata Allex dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 23 Juli 2026.
Allex juga menguraikan bahwa kompleksitas persoalan stunting dipengaruhi oleh beragam variabel multidimensi.
Masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif penyedia sanitasi air bersih, ketahanan pangan keluarga, hingga perbaikan pola pengasuhan di tingkat rumah tangga.
Guna menyasar akar masalah tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dr. Sonya Themiarto memaparkan rincian intervensi terstruktur yang digelar selama tiga hari pelaksanaan.
Tahapan edukasi disusun secara sistematis mulai dari fase kehamilan, masa pemberian makanan pendamping, hingga usia remaja.
Pada hari pertama, fokus program diarahkan pada kelas edukasi serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) khusus bagi ibu hamil guna memantau perkembangan janin.