Kalio Jengkol Khas Minang, Gurih Pedas dengan Kuah Santan yang Mengental
- cookpad
Padang – Kalio jengkol merupakan salah satu olahan jengkol yang populer dalam kuliner Minangkabau.
Hidangan ini memiliki cita rasa gurih, pedas dan kaya rempah dengan kuah santan yang kental.
Kalio sering dianggap sebagai masakan yang berada pada tahap sebelum rendang karena kuahnya masih lebih banyak dan belum sekering rendang.
Bahan utama yang digunakan adalah jengkol tua sebanyak sekitar 500 gram.
Jengkol terlebih dahulu direbus hingga empuk agar teksturnya lebih mudah diolah.
Setelah matang, jengkol ditiriskan, kemudian dipipihkan atau digeprek secara perlahan.
Cara ini juga membantu bumbu lebih mudah meresap ke dalam jengkol.
Untuk menghasilkan cita rasa khas Minang, kalio jengkol menggunakan berbagai bumbu dan rempah. Bumbu halus terdiri dari cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit dan ketumbar.
Sementara itu, daun kunyit, daun jeruk, serai dan asam kandis digunakan untuk memperkuat aroma dan rasa kuah.
Setelah semua bahan siap, santan kental dimasukkan ke dalam wajan bersama bumbu halus.
Daun kunyit yang telah disimpulkan, daun jeruk, serai yang dimemarkan dan asam kandis kemudian ditambahkan.
Campuran tersebut dimasak menggunakan api sedang sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
Tahap memasak santan menjadi salah satu kunci keberhasilan kalio jengkol.
Bumbu harus dimasak hingga santan mulai menyusut, mengental dan mengeluarkan minyak.
Proses tersebut membutuhkan perhatian agar bagian bawah wajan tidak gosong dan santan tetap menyatu dengan bumbu.
Ketika kuah mulai mengental, jengkol yang telah direbus dan digeprek dimasukkan ke dalam wajan.
Jengkol kemudian diaduk perlahan agar tidak hancur. Pada tahap ini, bumbu santan mulai meresap ke dalam jengkol sehingga menghasilkan rasa gurih dan pedas yang lebih kuat.
Api kemudian dikecilkan dan proses memasak dilanjutkan secara perlahan.
Jengkol dan bumbu perlu sesekali diaduk hingga kuah semakin pekat, berwarna kecokelatan dan mengeluarkan minyak.
Memasak dengan api kecil membuat bumbu lebih matang dan memberikan kesempatan bagi cita rasa rempah meresap secara merata.
Setelah tekstur dan kekentalan kuah sesuai, rasa kalio dapat diperiksa kembali. Garam atau penyedap dapat ditambahkan sesuai selera.