Resep Palai Bada Khas Minangkabau, Pepes Ikan Teri yang Gurih dan Pedas
- IDN Times
Padang –Palai bada merupakan salah satu kuliner tradisional Minangkabau yang memiliki cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Hidangan ini sekilas menyerupai pepes karena ikan dibumbui, dibungkus dengan daun pisang, kemudian dikukus dan dibakar. Bahan utamanya adalah bada atau ikan teri basah yang dicampur dengan kelapa parut dan bumbu khas Minang.
Untuk membuat palai bada, bahan yang perlu disiapkan antara lain 250 gram ikan teri basah, 250 gram kelapa parut setengah tua, satu buah jeruk nipis, serta daun pisang untuk membungkus. Siapkan pula lidi atau tusuk gigi untuk menyemat daun pisang. Pemilihan ikan teri yang segar menjadi salah satu kunci agar palai menghasilkan rasa yang gurih dan tidak beraroma amis.
Sementara itu, bumbu yang digunakan terdiri dari 10 buah cabai merah keriting, delapan siung bawang merah, dua siung bawang putih, satu ruas kunyit, satu ruas jahe, dan garam secukupnya. Seluruh bahan tersebut dihaluskan hingga menjadi bumbu yang lembut. Jumlah cabai dapat disesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan.
Sebelum dicampurkan dengan bumbu, ikan teri basah perlu dibersihkan terlebih dahulu. Setelah dicuci, lumuri ikan dengan air perasan jeruk nipis dan sedikit garam, kemudian diamkan sekitar 10 menit. Setelah itu, tiriskan ikan hingga tidak terlalu banyak mengandung air agar adonan palai tidak terlalu encer.
Langkah berikutnya adalah menyiapkan campuran bumbu dan kelapa. Masukkan bumbu halus ke dalam kelapa parut, kemudian aduk hingga tercampur rata. Tambahkan irisan tipis daun kunyit muda dan daun mangkokan atau daun tapak leman. Jika suka, irisan bagian putih serai juga dapat ditambahkan untuk memperkuat aroma rempah.
Setelah campuran kelapa dan bumbu siap, masukkan ikan teri basah ke dalamnya. Aduk perlahan hingga ikan terbalut bumbu secara merata. Pengadukan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak hancur dan bentuknya tetap terjaga sebelum dibungkus menggunakan daun pisang.
Daun pisang kemudian dipotong sesuai kebutuhan dan dilayukan sebentar di atas api agar tidak mudah sobek ketika digunakan. Ambil beberapa sendok adonan ikan, letakkan di atas daun pisang, lalu bungkus dengan bentuk memanjang atau menyerupai pincuk. Semat kedua ujungnya menggunakan lidi atau tusuk gigi agar bungkusan tidak terbuka saat dikukus.
Bungkusan palai selanjutnya dikukus selama kurang lebih 30 menit hingga ikan dan bumbu matang. Pastikan air kukusan sudah mendidih sebelum bungkusan dimasukkan. Proses pengukusan membuat bumbu meresap ke dalam ikan sekaligus menghasilkan tekstur palai yang lembut.
Setelah matang, palai bada sebenarnya sudah dapat langsung disajikan. Namun, untuk mendapatkan aroma yang lebih khas, bungkusan palai dapat dibakar sebentar di atas bara api atau menggunakan teflon. Proses ini membuat daun pisang sedikit kering dan mengeluarkan aroma harum yang semakin menggugah selera.
Palai bada paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat dan sambal sebagai pelengkap. Perpaduan ikan teri basah, kelapa berbumbu, cabai, kunyit, jahe, serta aroma daun pisang menghasilkan cita rasa khas masakan Minangkabau. Selain lezat, palai bada juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional yang memperlihatkan bagaimana masyarakat Minang mengolah bahan sederhana menjadi hidangan yang istimewa.