Biriang, Fenomena Gatal yang Dikaitkan dengan Sumpah Serapah dan Hal Mistis
- alodokter
Padang –Ada sebuah fenomena yang sejak lama menarik perhatian masyarakat ketika seseorang mengalami gatal kulit luar biasa dan sulit sembuh. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah biriang.
Bukan hanya karena rasa gatalnya yang dianggap menyiksa, biriang juga kerap dikaitkan dengan cerita mistis, terutama anggapan bahwa penyakit tersebut muncul akibat sumpah serapah, sakit hati atau ucapan buruk dari seseorang.
Dalam cerita yang berkembang, seseorang yang terkena biriang dipercaya dapat mengalami rasa gatal yang tidak biasa.
Gatal tersebut bisa muncul pada bagian tubuh tertentu dan semakin parah ketika digaruk. Kulit kemudian dapat berubah menjadi merah, mengalami luka, bahkan mengeluarkan cairan atau nanah.
Kondisi yang terlihat berat inilah yang dahulu sering dianggap memiliki penyebab di luar penjelasan penyakit kulit biasa.
Fenomena mistik biriang menjadi semakin kuat karena ada kepercayaan bahwa penyakit tersebut merupakan balasan dari perkataan atau perbuatan seseorang. Sumpah yang dianggap sangat kuat dipercaya dapat membuat orang yang menjadi sasaran mengalami gangguan pada tubuh.
Dalam cerita masyarakat, rasa gatal yang terus muncul meskipun sudah mendapatkan berbagai pengobatan semakin dianggap sebagai tanda bahwa masalah tersebut bukan sekadar penyakit biasa.
Tidak sedikit pula cerita mengenai penderita yang kemudian mencari bantuan orang pintar, tabib atau pengobat tradisional.
Ritual tertentu atau ramuan tradisional dipercaya dapat membantu menghilangkan gangguan tersebut.
Bagi orang yang mempercayainya, kesembuhan setelah menjalani pengobatan tradisional kemudian dianggap sebagai bukti bahwa biriang memang berkaitan dengan unsur mistis.
Namun, dari sudut pandang medis, istilah biriang tidak dapat digunakan sebagai diagnosis penyakit tertentu.
Gatal hebat, kemerahan, kulit bersisik, peradangan dan luka dapat ditemukan pada berbagai gangguan kulit. Dermatitis atau eksim, reaksi alergi, serta infeksi kulit merupakan beberapa kondisi yang dapat menimbulkan keluhan serupa.
Garukan berulang juga dapat membuat kondisi kulit semakin buruk.
Rasa gatal membuat penderita ingin terus menggaruk, sementara garukan dapat merusak permukaan kulit dan menyebabkan luka.
Ketika kulit sudah terbuka, risiko terjadinya infeksi bakteri pun meningkat. Akibatnya, kulit dapat menjadi bengkak, nyeri atau mengeluarkan nanah.
Di sinilah fenomena biriang menjadi menarik. Gejala fisiknya benar-benar dapat terjadi, sementara penafsiran mengenai penyebab mistisnya merupakan bagian dari kepercayaan yang berkembang di masyarakat.