Ketua DPRD Bukittinggi Sementara Buka Suara Terkait Dugaan Video Viral Anggotanya Berkata Kotor
- Amanda/ Viva.co.id
Padang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi buka suara terkait adanya video viral yang diduga merupakan anggota DPRD Bukittinggi yang mengeluarkan kata kotor dan tidak pantas.
Syaiful Efendi mengatakan saat ini di DPRD Bukittinggi belum dilengkapi dengan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) seperti Pimpinan DPRD, Badan Musyawarah, Komisi, Bapemperda, Badan Anggaran, Badan Kehormatan dan alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk berdasarkan rapat paripurna.
"Kita belum dipanggil atau melakukan pemanggilan secara resmi mungkin akan dilakukan setelah adanya Badan Kehormatan (BK) dan harus berdiskusi dengan yang lain dulu," kata politisi dari PKS tersebut, Jumat 16 Agustus 2024.
Ia menjelaskan bahwa sebelum melakukan pemanggilan maka harus dipastikan bahwa memang itu adalah video yang bersangkutan.
"Kalau itu benar, tentu jalani prosesnya sesuai mekanisme berlaku, akan ada pemanggilan dari Badan Kehormatan dan kalau sangsi lebih menyerahkan kepada partai yang bersangkutan dan nanti dilihat materi nya seperti apa karena sekali lagi AKD belum terbentuk," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak DPRD belum melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan dan rencana akan dilakukan setelah AKD terbentuk.
"Benar atau tidaknya, perlu dikonfirmasi, kita belum melakukan, bukan keberatan karena di DPRD yang melakukan adalah Badan Kehormatan, sementara BK ini belum terbentuk," kata Syaiful Efendi.
Terkait kehadiran di Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan, yang bersangkutan hadir.
"Ini kan masih diduga, jadi kita belum bisa memastikan, dimana video tersebut diduga adalah salah seorang anggota kita berinisial Z dari Partai Gerindra, tapi kita belum konfirmasi kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Bukittinggi yang diduga merupakan wanita di video viral tersebut setelah Rapat Paripurna tampak langsung bergegas saat akan dikonfirmasi terkait dugaan video viral berkata kotor atau perkataan tidak pantas tersebut.