Sebuah Deksripsi Awal Lambang Raja Adityawarman (1347-1374 M)

Kompleks Prasasti Adityawarman. Foto: Kemendikbud
Sumber :
  • Kemendikbud

Sedangkan pengertian cap adalah alat untuk membuat rekaman tanda (gambar, tanda tangan) dengan menekankannya pada

kertas (surat dan sebagainya)dan atau rekaman (tanda gambar, tanda tangan yang dibuat dengan cap) ( http://kbbi.web.id ).  Jika ditarik kesimpulan maka cap, lambang dan simbol memiliki pengertian yang sama yaitu “gambar”. Perbedaannya antara cap, tera, stempel dan segel, maka gambar tersebut diletakkan pada sebuah alat yang menggunakan tangkai untuk mengecap, sedangkan tanda, lambang, dan simbol memiliki persamaan persepsi.

Tanda khusus kemungkinan besar dapat disamakan dengan lambang. Setiap lambang pasti memiliki makna, begitupula dengan adanya kehadiran suatu pahatan gambar dan keterangan tertulis yang menyebutkan bahwa itu merupakan tanda khusus raja yang dalam konsep ini ialah sebagai lambang. 

Lambang hanya akan terlihat sebatas gambar saja jika melihatnya sebagai sesuatu yang tampak, bahwa objek yang kita lihat merupakan satu- satunya kenyataan. Namun, lambang akan menjadi hidup apabila dapat dicari makna yang

tampak di luar panca indera, makna dibalik apa yang tertangkap oleh daya fikir dan perasaan agar dapat dikembangkan menjadi suatu kajian yang lebih mendalam (Witasari,2011:23).

Dalam prasasti Adityawarman, tanda khusus/lambang raja terdiri dari beberapa bentuk ornamen, seperti bentuk kepala kala yang distilir, bonggol sulur, dan hewan seperti kadal. Berikut ini akan digambarkan mengenai bentuk-bentuk ornamen yang ada di prasasti Adityawarman.

1. Prasasti Pagaruyung I

Prasasti Pagaruyung adalah prasasti yang berangka tahun 1278 S / 1356 M. Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sanskerta bercampur dengan bahasa Melayu Kuno. Prasasti

Pagaruyung I, secara umum berisi tentang puji-pujian akan keagungan dan kebijaksanaan Adityawarman yang banyak menguasai pengetahuan, khususnya bidang keagamaan serta berisi penjelasan bahwa Adityawarman dianggap sebagai cikal bakal keluarga Dharmasraya (Istiawan, 2011: 5).

Ditambahkan pula, prasasti ini berisi puji-pujian terhadap Ādityawarman sebagai pemeluk agama Budha sekte Bhairawa yang berkuasa di Swarnadwīpa, dan pembangunan sebuah wīhara (Utomo, 2007: 64). 

Pada bagian atas prasasti Pagaruyung I terdapat ornamen yang berbentuk kepala kala yang berbentuk persegi panjang, memiliki gigi yang besar dan bertaring, lidah yang menjulur panjang pada bagian tengah giginya, memiliki gigi yang berjumlah 11 buah, memiliki tanduk yang distilir menyerupai lidah ular (bercabang), di atas giginya terdapat dua lekukan seperti kelopak mata dan di atasnya terdapat hiasan berbentuk mahkota kecil.