Rumah Gerbaca, Penjaga Keharmonisan Pelaihari
- ANTARA FOTO
Dukungan ini disampaikan melalui ketuanya - Bapak Ani - pada tanggal 22 Oktober 2019. Ruang belajar membaca Rumah GERBACA digunakan di bagian samping kanan kantor Resort TWA Pelaihari yang selesai di rehab pada September 2019.
Ada kontribusi juga dari Kelompok Peladang Lestari Batakan – kelompok kemitraan konservasi binaan BKSDA Kalsel – di dalam rumah belajar ini.
Mereka menanggung pembelian alat tulis kantor, meja dan peralatan belajar lainnya yang diambil dari sebagian dana bantuan untuk kelompok peladang.
Pihak KSDA berkeyakinan bahwa Rumah GERBACA tidak akan sustainable bila hanya dilakukan oleh staf resort TWA Pelaihari saja.
Rumah GERBACA memerlukan tenaga pendidik yang fokus melakukan pengajaran, karenanya perlu direkrut tenaga relawan yang berasal dari warga Desa Batakan sendiri yang memenuhi kriteria untuk bisa mengajar membaca huruf latin dan Al Qur'an.
KSDA melakukan rekrutmen tenaga relawan dan didapatkan 9 pemuda desa yang bersedia menjadi tenaga pengajar. Kesembilan pemuda ini digawangi oleh Ani, seorang pemuda yang selama ini memang telah banyak melakukan kegiatan sosial di desanya.
"Sosialisasi terus kami lakukan dengan melibatkan aparat desa. Sampai pada akhirnya, pada tanggal 12 November 2019 Rumah GERBACA diresmikan dengan dihadiri Kepala Desa Batakan, perwakilan kelompok jasa wisata, perwakilan kelompok ladang, tenaga relawan pengajar, tokoh masyarakat Desa Batakan dan peserta didik Rumah GERBACA," tulisnya.
Adapun materi yang disampaikan adalah belajar membaca latin dan Al Qur’an metode Iqro.
KSDA berharap Rumah GERBACA di Resort TWA Pelaihari ini menjadi jembatan untuk menjaga komunikasi yang baik dengan warga Desa Batakan sehingga hubungan harmonis ini memudahkan BKSDA Kalimantan Selatan melaksanakan tugas pokoknya yaitu melakukan pengamanan dengan melibatkan masyarakat Desa Batakan, melakukan pemulihan ekosistem melalui kemitraan konservasi, dan pengembangan wisata berbasis masyarakat.