Pemprov Sumbar dan KLH Sepakat Susun Roadmap Pengelolaan Sampah
- Hu Sumbar
Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sepakat menyusun roadmap pengelolaan sampah sebagai langkah strategis mempercepat pembenahan tata kelola persampahan di Ranah Minang. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang dipimpin Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat di Hall IKK Kantor Bupati Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh para bupati dan wali kota se-Sumbar beserta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Forum ini menjadi wadah krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa meskipun pengelolaan sampah merupakan kewenangan pemerintah daerah, pemerintah pusat hadir untuk memastikan percepatan penyelesaiannya sesuai arahan Presiden. Menurutnya, persoalan sampah kini telah menjadi isu nasional yang memerlukan komitmen bersama dari seluruh daerah.
Sebagai bentuk dukungan nyata, KLH akan menyusun roadmap pengelolaan sampah Provinsi Sumbar. Dokumen strategis ini akan menjadi acuan bersama dalam mencapai target nasional pengelolaan sampah secara menyeluruh paling lambat pada tahun 2029, bahkan diupayakan dapat dipercepat hingga 2027 atau 2028.
“Kita ingin seluruh daerah memiliki arah yang jelas dalam pengelolaan sampah. Dengan komitmen bersama, target nasional dapat dicapai lebih cepat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat,” ujar Jumhur.
Lebih lanjut, Jumhur menjelaskan bahwa pusat mendorong transformasi TPA dari sistem open dumping menjadi controlled landfill maupun sanitary landfill. KLH juga memperkuat edukasi masyarakat melalui pengembangan bank sampah, pemanfaatan teknologi sampah menjadi energi, serta menyiapkan dukungan anggaran. Selain itu, mitigasi risiko kebakaran TPA menjelang musim kemarau dan potensi El Nino turut menjadi perhatian serius.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa tantangan lingkungan hidup di Sumbar kian kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga meningkatnya volume sampah. Oleh karena itu, penyelesaiannya memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui semangat Gerakan Indonesia Asri.