Bunda, Hati-Hati! Mengapa Hanya Mengandalkan Jus Buah Berisiko?

Jus Buah
Sumber :
  • pixabay

Padang – Demi memastikan si kecil mendapat asupan nutrisi, banyak Bunda memilih jus buah karena praktis dan disukai anak.

img_title Sering Dianggap Cuma Bumbu Dapur, Ini Khasiat Luar Biasa Honje bagi Kesehatan

Namun, kebiasaan hanya mengandalkan jus buah tanpa buah utuh ternyata menyimpan risiko kesehatan yang patut diwaspadai.

Proses pembuatan jus seringkali menghilangkan serat penting yang terkandung dalam buah utuh.

img_title Kasus ISPA Karhutla Tembus 333 Ribu Jiwa

Padahal, serat inilah yang krusial untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kadar gula darah anak tetap stabil, yang sayangnya minim bahkan hilang dalam bentuk jus.

Selain kehilangan serat, jus buah juga rentan memiliki kadar gula yang sangat tinggi.

img_title Kualitas Udara Painan Masuk Kategori Tidak Sehat, Bupati Pesisir Selatan Terbitkan Surat Edaran Karhutla

Untuk menghasilkan segelas jus, dibutuhkan beberapa buah, yang berarti asupan gula alami (fruktosa) yang masuk ke tubuh anak jadi berlipat ganda.

Gula berlebih, meski dari buah, dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, obesitas, dan bahkan masalah kesehatan jangka panjang.

Ditambah lagi, jus buah kemasan atau yang dibuat di luar seringkali mengandung gula atau pemanis tambahan, memperparah masalah asupan gula ini.

Oleh karena itu, Bunda sangat dianjurkan untuk lebih sering memberikan buah utuh kepada anak daripada jus.

Buah utuh tak hanya kaya serat dan nutrisi lengkap, tetapi juga melatih keterampilan mengunyah yang penting bagi tumbuh kembang si kecil.

Jika memang harus memberikan jus, pastikan itu adalah jus buatan sendiri tanpa tambahan gula, dan berikan dalam porsi sangat terbatas sebagai selingan, bukan pengganti utama buah dalam diet anak.