Bukan Mitos, Ini Dampak Buruk Makan Malam Berlebih Setelah Matahari Terbenam

Makan
Sumber :
  • pinterest

Padang – Anggapan untuk tidak makan terlalu banyak atau bahkan berhenti makan setelah matahari terbenam kerap disebut sebagai mitos orang tua.

img_title Sering Dianggap Cuma Bumbu Dapur, Ini Khasiat Luar Biasa Honje bagi Kesehatan

Namun, seiring dengan pemahaman lebih dalam tentang ritme tubuh, anjuran ini ternyata bukanlah mitos belaka.

Ada dampak buruk yang nyata dari kebiasaan makan malam berlebihan setelah matahari terbenam yang bisa memengaruhi kesehatan secara menyeluruh, bahkan jika Anda tidak sedang menjalani diet.

img_title Kasus ISPA Karhutla Tembus 333 Ribu Jiwa

Secara ilmiah, tubuh kita memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur berbagai fungsi, termasuk metabolisme.

Setelah matahari terbenam, tubuh mulai mempersiapkan diri untuk beristirahat.

img_title Tradisi Ikan Larangan di Sumatera Barat, Antara Mitos, Pantangan Adat, dan Pelestarian Alam

Aktivitas metabolisme dan pencernaan cenderung melambat.

Mengonsumsi makanan berat, tinggi kalori, lemak, atau gula pada jam-jam ini akan membuat sistem pencernaan bekerja keras saat seharusnya beristirahat.

Akibatnya, makanan tidak tercerna sempurna dan kalori cenderung disimpan sebagai lemak karena minimnya aktivitas fisik setelah itu.

Lebih dari sekadar kenaikan berat badan, makan malam berlebihan juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan lain.

Risiko asam lambung naik (GERD) bisa meningkat karena posisi berbaring setelah makan besar.

Kualitas tidur juga sering terganggu, membuat Anda merasa begah dan tidak nyaman, bahkan bisa memicu insomnia.

Jadi, demi kesehatan pencernaan yang optimal, kualitas tidur yang baik, dan menjaga berat badan, penting untuk mulai mengurangi porsi dan jenis makanan berat setelah matahari terbenam.

Ini adalah investasi sehat yang patut Anda pertimbangkan.