Tidur Siang pada Usia Lanjut, Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui

Lansia
Sumber :
  • pixabay

Padang – Banyak orang beranggapan bahwa tidur siang pada usia lanjut hanyalah tanda kemalasan atau kebiasaan buruk.

img_title Peringati Haornas 2026, Bupati Solok Selatan Tegaskan Olahraga Sebagai Investasi Bangsa

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, tubuh lansia mengalami perubahan ritme biologis yang membuat mereka lebih mudah merasa lelah di siang hari.

img_title Ini Rahasia Pola Makan Sehat dan Padat Nutrisi di Usia Senja

Tidur siang singkat justru bisa menjadi cara alami untuk memulihkan energi.

Di sisi lain, terdapat mitos bahwa tidur siang selalu membuat lansia sulit tidur malam.

img_title Wujudkan Hunian Layak, Wali Kota Pariaman Letakkan Batu Pertama RTLH Lansia di Balai Kurai Taji

Kenyataannya, hal itu bergantung pada durasi dan waktu tidur siang.

Jika dilakukan terlalu lama atau terlalu sore, memang dapat mengganggu pola tidur malam.

Namun, tidur siang singkat sekitar 20–30 menit di siang hari terbukti bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Fakta lainnya, tidur siang pada lansia dapat membantu menjaga daya ingat, meningkatkan konsentrasi, hingga mengurangi risiko stres.

Studi kesehatan juga menemukan bahwa kebiasaan ini berkontribusi pada stabilitas tekanan darah dan menjaga kebugaran tubuh.

Dengan catatan, tidur siang tidak dijadikan pengganti tidur malam yang berkualitas.

Oleh karena itu, penting bagi lansia dan keluarga untuk memahami perbedaan antara mitos dan fakta terkait tidur siang.

Dengan cara yang tepat, tidur siang bukan hanya kebiasaan biasa, melainkan salah satu strategi menjaga kesehatan di usia lanjut.