Sumatera Barat Dihantam Banjir

Banjir
Sumber :
  • Padang Viva

Padang –Sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diterjang bencana hidrometeorologi secara beruntun pada 22 hingga 23 November 2025.

img_title Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Kemlu Pastikan Belum Ada Laporan Korban WNI

Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) PB BPBD Sumbar mencatat setidaknya lima daera, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar mengalami dampak serius berupa banjir, longsor, angin kencang, dan bahkan banjir bandang. Beruntung, hingga laporan ini diterbitkan, tidak ada korban jiwa dilaporkan.

Di ibu kota provinsi, Kota Padang, cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan pohon tumbang di berbagai lokasi, termasuk di Koto Tangah dan Padang Barat, yang mengakibatkan terhambatnya akses jalan.

img_title Tambang Emas Ilegal di Aliran Sungai Kuantan Sijunjung Longsor, 4 Pekerja Terluka dan 12 Ponton Tertimbun

Sementara itu, banjir genangan juga melanda Kelurahan Gunung Pangilun di Kecamatan Nanggalo.

Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Agam, di mana banjir bandang di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, menimbun kolam renang, kafe, sawah seluas 5 Ha, dan merusak akses air bersih.

img_title Pemkab Padang Pariaman Bergerak Cepat, 14 Titik Longsor Berhasil Dibersihkan

Di Agam, banjir juga merendam puluhan rumah warga di Nagari Koto Kaciak hingga 80 jiwa terdampak.

Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Solok tak luput dari bencana. Di Padang Pariaman, banjir merendam rumah di beberapa nagari setelah hujan intensitas tinggi, ditambah dengan kasus longsor yang merusak dua unit jalan dan fasilitas irigasi serta satu unit fasilitas pendidikan (SD).

Kota Solok juga dilanda banjir genangan yang menyebabkan runtuhnya sebagian bangunan di Kelurahan Kampai Tabu Karambia dan Koto Panjang, berdampak pada sekitar 6 KK (18 jiwa).

Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan di Kabupaten Tanah Datar, di mana curah hujan tinggi menyebabkan banjir drainase di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan, yang merusak satu rumah warga hingga tidak bisa ditempati.

Sementara di Agam, amblasnya badan jalan sepanjang 25 meter di Nagari Pasia Laweh kian memperparah situasi akses di wilayah tersebut.

BPBD dari masing-masing kota dan kabupaten terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk melakukan evakuasi, pendataan assessment kerusakan, dan penanganan darurat di lokasi.

Upaya cepat dilakukan untuk membersihkan material pohon tumbang di Padang dan meninjau lokasi longsor di Padang Pariaman. BPBD juga meminta masyarakat di seluruh wilayah terdampak untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.