Kesiapsiagaan Dini, Dharmasraya Siaga Penuh Hadapi Karhutla

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Dharmasraya
Sumber :
  • Diskominfo Dharmasraya

Padang – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membuktikan keseriusannya dalam menghadapi ancaman musim kering ekstrem menyusul fenomena El Nino Godzilla 2026. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah ini berhasil dikendalikan dengan baik dan dipastikan tidak menimbulkan bahaya bagi keselamatan warga berkat langkah antisipasi yang diperkuat sejak dua pekan terakhir.

img_title Pemkot Sawahlunto Bahas Isu Kabut Asap hingga Persiapan SISSCa 2026 Bersama Awak Media

Kesiapsiagaan menyeluruh ini mencakup pengerahan personel, pengecekan berkala peralatan kedaruratan, pemantauan titik api secara intensif, hingga penyediaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah proaktif tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, yang meminta seluruh unit terkait agar tidak menunggu bencana terjadi sebelum bergerak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, melalui Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Suherman Junaidi, menjelaskan bahwa instruksi pimpinan daerah telah diterbitkan sejak dua pekan lalu. Langkah ini dirancang khusus untuk mengantisipasi potensi lonjakan risiko Karhutla di tengah cuaca ekstrem tahun 2026. "Kita tidak ingin menunggu terjadi kebakaran baru bergerak. Kesiapan personel, peralatan dan koordinasi harus dilakukan sejak dini," ujar Suherman saat ditemui di Pulau Punjung.

img_title Komisi X DPR RI Bersama Pemko Padang Tinjau Progres Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana

Sektor pemadam kebakaran daerah dikerahkan secara maksimal dengan menyiagakan lima unit armada beserta dukungan 66 personel terlatih. Seluruh kekuatan ini dibagi rata ke dalam lima pos siaga yang beroperasi penuh selama 24 jam penuh. Pos-pos strategis tersebut terletak di Pulau Punjung, Blok B Sitiung 1, Timpeh, Koto Baru, serta Sungai Rumbai guna memastikan respons cepat di berbagai wilayah.

Selain kekuatan internal, sinergi lintas instansi terus diperkuat bersama jajaran TNI dan Polri. Apel siaga gabungan telah diselenggarakan bersama kepolisian setempat, termasuk di Polsek Pulau Punjung, Polsek Koto Agung, Polsek Koto Baru, hingga Polsek Sungai Rumbai, demi menjamin kecepatan koordinasi di lapangan jika sewaktu-waktu terjadi insiden pembakaran atau kebakaran lahan.

img_title Walhi: Negara Dinilai Biarkan Kejahatan Ekologis Dalam Kasus Karhutla

Komitmen bersama ini juga dilegalkan melalui Deklarasi Anti Karhutla yang diinisiasi oleh Bupati Annisa Suci Ramadhani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Penandatanganan deklarasi tersebut melibatkan Wakil Bupati, unsur Forkopimda, para camat, hingga wali nagari. Gerakan masif ini menjadi simbol kesepakatan kolektif lintas sektor untuk memperkuat pencegahan, meningkatkan kewaspadaan dini, dan mempercepat penanganan di tingkat tapak.

Halaman Selanjutnya
img_title