Padang Pariaman Diterjang Banjir
- Humas BNPB
Padang – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, sejak tiga hari terakhir, menyebabkan bencana banjir.
Debit air dari sejumlah sungai utama meluap, merendam permukiman warga dan memutus akses vital.
Dilaporkan, sebanyak empat sungai utama yang meluap secara signifikan adalah Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan. Luapan ini berdampak pada tujuh kecamatan dan 14 nagari (desa adat) di Padang Pariaman.
Data sementara mencatat kerugian dan dampak kemanusiaan yang cukup besar. Sebanyak 608 Kepala Keluarga (KK) atau 1.824 jiwa dilaporkan terdampak.
Kerugian materiil pun mencapai skala luas, termasuk 608 unit rumah terendam dan dua unit rumah mengalami kerusakan.
Akses infrastruktur turut lumpuh, di mana dua akses jalan penting rusak, termasuk jalan depan RSUD Padang Pariaman, serta dua jembatan dan dua titik saluran irigasi.
Selain itu, longsoran tebing juga menimbun dua titik badan jalan di Korong Asam Pulau Nagari Anduriang dan Nagari Sikucua Barat, menambah kesulitan akses di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman telah bekerja sama dengan TRC PB, TNI–Polri, pemerintah daerah, dan relawan untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat.
Namun, situasi terkini per Minggu (23/11) pukul 19.08 WIB, menunjukkan hujan masih berlangsung.
Untuk mempercepat penanganan, kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor dan rusak, serta dukungan dapur umum bagi warga yang mengungsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari tepi sungai. Pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi banjir susulan masih sangat mungkin terjadi.