Padang Pariaman Diterjang Banjir

Ilustrasi Banjir
Sumber :
  • Humas BNPB

Padang – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, sejak tiga hari terakhir, menyebabkan bencana banjir.

img_title Prakiraan Cuaca Sumbar 3–5 September 2026: Didominasi Cerah Berawan dan Potensi Hujan Ringan

Debit air dari sejumlah sungai utama meluap, merendam permukiman warga dan memutus akses vital.

Dilaporkan, sebanyak empat sungai utama yang meluap secara signifikan adalah Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan. Luapan ini berdampak pada tujuh kecamatan dan 14 nagari (desa adat) di Padang Pariaman.

img_title BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sumatera Barat, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Data sementara mencatat kerugian dan dampak kemanusiaan yang cukup besar. Sebanyak 608 Kepala Keluarga (KK) atau 1.824 jiwa dilaporkan terdampak.

Kerugian materiil pun mencapai skala luas, termasuk 608 unit rumah terendam dan dua unit rumah mengalami kerusakan.

img_title Banjir Bandang Terjang Perbatasan Nepal-Tibet, Kemlu Pastikan Belum Ada Laporan Korban WNI

Akses infrastruktur turut lumpuh, di mana dua akses jalan penting rusak, termasuk jalan depan RSUD Padang Pariaman, serta dua jembatan dan dua titik saluran irigasi.

Selain itu, longsoran tebing juga menimbun dua titik badan jalan di Korong Asam Pulau Nagari Anduriang dan Nagari Sikucua Barat, menambah kesulitan akses di wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman telah bekerja sama dengan TRC PB, TNI–Polri, pemerintah daerah, dan relawan untuk melakukan evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat.

Namun, situasi terkini per Minggu (23/11) pukul 19.08 WIB, menunjukkan hujan masih berlangsung.

Untuk mempercepat penanganan, kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor dan rusak, serta dukungan dapur umum bagi warga yang mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari tepi sungai. Pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi banjir susulan masih sangat mungkin terjadi.