Fenomena Seblak Jadi Primadona Jajanan Gen Z, Kok Bisa?
- parapuan
Padang – Kuliner pedas seolah tidak pernah kehabisan panggung di Indonesia. Di antara banyaknya pilihan, seblak tetap kokoh menyandang gelar sebagai jajanan favorit, khususnya di kalangan Generasi Z (Gen Z). Meski bermunculan tren makanan baru, antrean di kedai-kedai seblak—terutama yang mengusung konsep prasmanan—tetap mengular.
Evolusi dari Bandung ke Seluruh Penjuru Kota-Kota di Indonesia.
Awalnya dikenal sebagai makanan khas Jawa Barat yang identik dengan kerupuk basah dan aroma kencur yang kuat, kini seblak telah bertransformasi. Tidak lagi sekadar kerupuk dan telur, variasi toping seblak kini mencakup berbagai jenis frozen food, tulang rangu, ceker, hingga makaroni.
"Seblak itu bukan cuma soal rasa pedas, tapi soal kepuasan menyusun toping sendiri. Sensasi kuah merahnya itu bikin nagih," ujar Rara (21), salah satu pengunjung kedai seblak di kawasan Jakarta Selatan, Senin (2/2).
Mengapa Gen Z Begitu Terobsesi?
Ada beberapa faktor kunci yang membuat seblak tetap relevan dan tidak kehilangan peminat:
• Harga Terjangkau: Dengan modal mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000, konsumen sudah bisa mendapatkan satu porsi besar dengan isian beragam.
• Personalisasi (Self-Service): Konsep prasmanan memungkinkan pembeli memilih sendiri tingkat kepedasan dan jenis isian, memberikan pengalaman unik saat membeli.
• Konten Media Sosial: Visual kuah seblak yang merah membara sangat shareable di platform seperti TikTok dan Instagram, memicu efek FOMO (Fear of Missing Out) bagi netizen lainnya.
Peluang Bisnis yang Menjanjikan
Kepopuleran seblak juga membawa angin segar bagi UMKM. Model bisnis seblak dianggap memiliki entry barrier yang rendah namun dengan perputaran uang yang cepat. Banyak pelaku usaha yang kini beralih menggunakan bumbu instan berkualitas tinggi untuk menjaga konsistensi rasa, sehingga seblak tidak lagi dipandang sebagai makanan pinggir jalan semata, tapi sudah masuk ke level kafe dan pusat perbelanjaan.
Hingga saat ini, seblak terbukti bukan sekadar tren sesaat atau seasonal fad. Selama masyarakat Indonesia masih mencintai perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma rempah kencur, seblak diprediksi akan terus mendominasi pasar kuliner lokal.