Mengupas Pengalaman Sadar Penonton di Balik Trope Drakor CEO Tersembunyi
- Soompi
Padang – Pecinta drama Korea tentu tidak asing dengan kiasan (trope) populer: seorang pria atau wanita yang terlihat biasa saja, namun ternyata adalah seorang CEO (Chief Executive Officer) dari perusahaan raksasa.
Drama seperti Business Proposal, King the Land, hingga My Shy Boss sukses mengaduk emosi penonton lewat alur identitas rahasia ini.
Namun, jika dilihat dari kacamata fenomenologi, studi yang mempelajari pengalaman sadar manusia, fenomena "CEO Tersembunyi" ini bukan sekadar hiburan kosong. Ada pengalaman psikologis dan sosial mendalam yang dirasakan oleh penonton.
Secara fenomenologis, penonton drakor sering kali memproyeksikan keinginan mereka tentang keadilan sosial.
Karakter CEO yang menyamar sebagai karyawan magang atau orang biasa memberikan pengalaman kepuasan (gratification).
Fenomena ini menangkap esensi bagaimana manusia ingin dinilai berdasarkan karakter aslinya, bukan sekadar jabatan atau kekayaan.
Dalam kajian fenomenologi, identitas sering kali dibentuk oleh cara orang lain melihat kita. Saat seorang CEO menyembunyikan identitasnya, ia sedang melakukan eksperimen sosial terhadap "tatapan" orang lain.
Penonton ikut merasakan ketegangan saat sang tokoh utama menerima perlakuan buruk dari orang yang tidak tahu siapa dia sebenarnya, menciptakan rasa empati yang kuat.
Fenomena ini juga mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat akan sosok pemimpin ideal. Penonton menikmati proses di mana sang CEO belajar memahami kesulitan "rakyat kecil" saat sedang menyamar.
Secara fenomenologis, ini adalah bentuk pelarian dari realitas dunia nyata di mana kesenjangan antara bos dan bawahan sering kali sangat lebar.
Momen reveal atau terbongkarnya identitas adalah puncak pengalaman fenomenologis bagi penonton.
Ada rasa lega dan kemenangan (katarsis) yang dirasakan. Ini menjelaskan mengapa drama dengan alur seperti ini selalu mendapatkan rating tinggi karena, menyentuh sisi terdalam manusia yang mendamba pengakuan dan kebenaran.
Drakor tentang CEO tersembunyi bukan hanya tentang romansa mewah, melainkan cermin dari cara kita memandang kekuasaan, martabat, dan kemanusiaan di era modern.