BMKG Prediksi Cuaca Ramadan 2026

Ilustrasi Cuaca Ekstrem
Sumber :
  • Pixabay

Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama bulan suci Ramadan 2026 yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari hingga Maret mendatang.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di bagian selatan ekuator, masih berada dalam periode musim hujan saat memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah.

"Februari hingga Maret masih berada dalam periode musim hujan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara lokal masih cukup dominan, terutama di Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara," ujar Andri dalam keterangan resminya di Jakarta (05/02/2026).

img_title Tetap Harmonis di Usia Senja: Kenali Alasan Medis Lansia Dianjurkan Berhubungan Intim


Potensi Hujan Ekstrem dan Bibit Siklon

Meskipun intensitas hujan secara umum diprediksi mulai melandai pada bulan Maret, BMKG memberikan catatan khusus terkait kemunculan bibit siklon tropis. Fenomena ini berisiko memicu hujan ekstrem dalam skala waktu singkat, yakni antara 3 hingga 10 hari.

Wilayah yang paling rentan terdampak cuaca ekstrem ini meliputi:

• Banten dan Jawa Barat

• Jawa Tengah dan Jawa Timur

• Bali dan Nusa Tenggara

• Sulawesi Selatan dan Papua

"Secara historis, hingga April masih merupakan musim aktif bibit siklon di wilayah selatan. Hal ini yang perlu diantisipasi masyarakat karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan di kota-kota besar," tambahnya.


Transisi Menuju Kemarau

Lebih lanjut, BMKG memproyeksikan transisi menuju musim kemarau baru akan terjadi secara bertahap pada bulan April hingga Mei 2026. Kondisi iklim Indonesia pada tahun ini diperkirakan tetap dalam fase netral, di mana fenomena El Nino maupun La Nina tidak aktif secara signifikan.

Bagi umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, BMKG menyarankan untuk terus memantau pembaruan cuaca rutin melalui aplikasi Info BMKG. Hal ini penting guna mengantisipasi gangguan cuaca saat pelaksanaan salat Tarawih di malam hari maupun aktivitas berburu takjil di sore hari.

"Jadi imbauannya tentu masyarakat terus memantau dan mengikuti informasi dari BMKG," tutup Andri.

img_title Asyik Pesta Sabu, Oknum Pegawai Dishub Sumbar Diciduk Polisi di Payakumbuh