Mengenal Se’i Sapi, Primadona Kuliner NTT yang Mendunia

Se’i Daging Sapi
Sumber :
  • IG: seisapinarama

Padang – Indonesia tidak pernah kehabisan kekayaan kuliner. Dari ufuk timur, tepatnya Nusa Tenggara Timur (NTT), hadir sajian legendaris yang kini merajai tren kuliner di berbagai kota besar: Se’i Sapi.

Secara harfiah, "Se’i" berasal dari bahasa lokal yang berarti daging yang disayat tipis memanjang. Berbeda dengan teknik barbecue Barat atau daging asap biasa, Se’i memiliki karakteristik unik yang terletak pada aroma dan teksturnya.

img_title Puluhan Bangunan di Sumba Barat Rusak Akibat Gempa, BNPB Siagakan 173 Personel


Rahasia Kayu Kosambi

Keunikan utama Se’i Sapi terletak pada proses pengasapannya. Daging tidak dipanggang langsung di atas api, melainkan diletakkan agak jauh dari sumber panas. Yang membuatnya istimewa adalah penggunaan kayu kosambi (Schleichera oleosa).

Asap dari kayu kosambi tidak hanya berfungsi sebagai pengawet alami, tetapi juga memberikan aroma yang khas dan warna merah cerah yang menggugah selera pada daging. Sebelum diasap, daging sapi biasanya dibumbui dengan garam, lada, dan sedikit rempah rahasia untuk memastikan rasa gurih meresap hingga ke serat terdalam.


Pelengkap yang Wajib Ada

Menikmati Se’i Sapi belum lengkap tanpa kehadiran dua pendamping setianya: Sambal Lu’at dan Tumis Bunga Pepaya.

Sambal Lu’at adalah sambal fermentasi khas NTT yang terbuat dari campuran cabai rawit, jeruk nipis, dan daun kemangi atau daun prei. Rasa asam pedas yang segar dari sambal ini berfungsi sebagai penyeimbang (palate cleanser) dari gurihnya lemak daging sapi. Sementara itu, tumis bunga pepaya memberikan tekstur renyah dan sedikit rasa pahit yang elegan.

img_title Tinjau Pemulihan Pascabencana di Flores, Kepala BNPB Tegaskan Pembangunan Huntap Gratis Tanpa Pungutan


Dari Tradisi ke Modernitas

Dahulu, Se’i lebih banyak menggunakan daging babi sebagai bahan utama dalam tradisi masyarakat lokal. Namun, seiring dengan popularitasnya yang meningkat, varian Se’i Sapi menjadi sangat populer sehingga dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.

Kini, restoran Se’i Sapi menjamur di Jakarta, Bandung, hingga Surabaya. Inovasi pun bermunculan, mulai dari penyajian dengan sambal matah, saus mentai, hingga dijadikan topping mie instan. Meski demikian, Se’i Sapi dengan sambal lu’at tetap menjadi versi yang paling dicari oleh para pemburu rasa autentik.