Tips Sehat Ramadhan: Hindari Balas Dendam Makan Saat Adzan Maghrib

Ilustrasi Takjil
Sumber :
  • Alamy

Padang – Momen berbuka puasa seringkali menjadi ajang "balas dendam" bagi banyak orang setelah menahan lapar dan dahaga selama belasan jam. Berbagai jenis takjil, mulai dari gorengan yang renyah hingga minuman manis bersantan, seolah menjadi menu wajib yang harus dilahap sekaligus. Namun, pakar kesehatan memperingatkan bahwa kebiasaan kalap makan takjil menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh.

Fenomena makan berlebihan saat berbuka, atau yang sering disebut binge eating, dapat menyebabkan guncangan pada sistem metabolisme. Menurut para ahli gizi, perut yang kosong selama berpuasa membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan makanan. Ketika langsung dibanjiri dengan karbohidrat sederhana dan lemak jenuh dalam jumlah besar, kerja lambung menjadi sangat berat.

Efek Langsung dan Jangka Panjang

img_title 10 Ide Jualan Makanan Kekinian yang Laris dan Bisa Dimulai dengan Modal Terjangkau


Keluhan yang paling sering muncul adalah begah, kembung, dan nyeri lambung. Hal ini terjadi karena lambung dipaksa meregang secara tiba-tiba. Selain itu, lonjakan gula darah yang drastis akibat takjil terlalu manis dapat memicu kantuk yang luar biasa pasca-berbuka, sehingga mengganggu ibadah salat Tarawih.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berkontribusi signifikan terhadap kenaikan berat badan yang tidak sehat selama bulan Ramadhan. Lemak dari gorengan dan gula berlebih akan disimpan tubuh sebagai cadangan lemak, yang jika dibiarkan, dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan diabetes tipe-2.

Cara Berbuka yang Bijak


Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat disarankan untuk menerapkan pola berbuka yang bertahap. Mulailah dengan air putih hangat dan satu atau tiga butir kurma untuk mengembalikan energi secara perlahan. Kurma mengandung serat dan gula alami yang lebih ramah bagi pencernaan dibandingkan sirup atau es buah bersantan.

Pemberian jeda sekitar 15 hingga 30 menit sebelum beralih ke makan besar sangat dianjurkan. Hal ini memberikan waktu bagi otak untuk mengirimkan sinyal kenyang, sehingga dorongan untuk makan berlebihan dapat ditekan. Ingatlah bahwa esensi berpuasa adalah menahan diri, termasuk saat mengonsumsi hidangan berbuka. Jangan sampai niat sehat berpuasa justru berujung pada masalah kesehatan di meja makan.

img_title Mual di Awal Kehamilan? Ini Makanan yang Bisa Membantu Meredakannya