Padam 100 Persen, Kebakaran Lahan 15 Hektare TPA Jatiwaringin Mauk Masuki Fase Pendinginan

Water Bombing
Sumber :
  • BNPB

Padang – Upaya keras dan kolaboratif tim gabungan dalam penanganan darurat bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menunjukkan hasil yang sangat signifikan.

img_title Gempa M 7,7 Sikka NTT: BNPB Tembus Jalur Laut dan Udara Salurkan Bantuan Logistik ke Pulau Palue

Hingga Kamis malam 9 Juli 2026 pukul 19.30 WIB, lahan utama TPA seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak amukan api dilaporkan telah berhasil dipadamkan total 100 persen dan kini memasuki fase pendinginan intensif.

Meskipun area utama di dalam kawasan TPA telah berhasil dikendalikan sepenuhnya, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga mengantisipasi potensi munculnya titik panas.

img_title Enam Rumah Rusak Berat Akibat Kebakaran di Padang Tiakar Payakumbuh, 24 Jiwa Terdampak

Petugas juga memantau kepulan asap tipis yang masih terdeteksi di area pembuangan sampah luar kawasan TPA yang posisinya berdekatan dengan situ atau danau setempat.

Sementara itu, kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dan jumlah pengungsi saat ini nihil karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing.

img_title BPBD Sumbar Tingkatkan Mitigasi Karhutla di Tengah Penurunan Kualitas Udara

Percepatan penanganan bencana ini didukung secara legalitas melalui payung hukum yang kuat dari pemerintah daerah demi mengoptimalkan seluruh sumber daya.

Penanganan darurat tersebut bersandar pada Keputusan Bupati Kabupaten Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 mengenai Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin.

Selain itu, diterbitkan pula Keputusan Nomor 613 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Penanganan Darurat guna memperkuat rantai koordinasi tim di lapangan.

Untuk memastikan pemadaman berjalan cepat dan efektif, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan penuh berupa operasi udara dengan mengerahkan empat unit Helikopter Water Bombing (WB).

Berdasarkan capaian operasional harian per tanggal 9 Juli 2026, helikopter jenis Mi-8AMT melaksanakan satu sorti dengan jam terbang hampir 4 jam dan sukses menumpahkan 180.000 liter air melalui 45 kali pengeboman air ke titik api.

Dukungan udara lainnya berasal dari Helikopter Sikorsky UH60A yang melaksanakan dua sorti dengan total jam terbang 5 jam 43 menit, serta melakukan 54 kali water bombing sebanyak 216.000 liter air.

Selain itu, Sikorsky UH60L mencatatkan performa tertinggi harian dengan melakukan dua sorti selama 8 jam 4 menit dan melepaskan 352.000 liter air dalam 88 kali pengeboman.

Sementara satu unit lainnya, yakni helikopter Mi-8 MSBT, dilaporkan tidak dapat beroperasi karena harus menjalani perbaikan teknis.

Halaman Selanjutnya
img_title