Kapal TB Simphoni Rute Sibolga Terbakar di Perairan Padang, Satu ABK Tewas

Tim gabungan mengevakuasi korban kebakaran kapal TB Simponi
Sumber :
  • Basarnas Padang

Padang – Insiden maut terjadi di tengah laut wilayah Sumatra Barat. Kapal Tugboat (TB) Simphoni yang tengah menempuh pelayaran dari Sibolga, Sumatra Utara, dilaporkan mengalami kebakaran hebat di bagian kamar mesin saat melintas di perairan Padang, Sumatra Barat, Jumat (14/8/2026).

img_title Kemenko Polkam dan BNPB Geber Rehabilitasi Pasca-Konflik Papua Pegunungan, Bantuan Rumah Siap Dikucurkan

Peristiwa nahas tersebut merenggut nyawa seseorang yang berada di atas kapal. Berdasarkan data dari pihak berwenang, satu orang Anak Buah Kapal (ABK) tewas terbakar di dalam ruang mesin kapal saat insiden berlangsung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi kejadian tersebut setelah pihaknya menerima laporan darurat dari instansi terkait. Menindaklanjuti informasi itu, Kantor SAR Padang tidak buang waktu dan langsung mengerahkan unsur personel siaga ke titik koordinat kejadian.

img_title Pewarta Foto Indonesia Kawal Operasi Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

"Kami mendapatkan laporan soal adanya kapal yang terbakar dan langsung menurunkan tim untuk melakukan pemadaman serta evakuasi," ujar Abdul Malik, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan keterangan awal, api yang sempat berkobar di bagian kamar mesin sebenarnya berhasil dipadamkan oleh kru kapal secara mandiri sebelum tim penyelamat tiba di lokasi. Kendati demikian, amukan si jago merah kadung merenggut korban jiwa di ruang mesin. Mengingat adanya korban meninggal dunia serta permintaan darurat dari nakhoda kapal, tim Basarnas langsung bergerak cepat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju titik koordinat di tengah laut.

img_title Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung berkoordinasi dengan nakhoda kapal guna melakukan proses evakuasi terhadap korban tewas maupun kru kapal yang selamat. Jenazah korban kemudian dibawa ke daratan menuju rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut, sementara sebagian kru lainnya tetap bertahan di atas kapal guna membantu proses penarikan (towing) kapal menuju pelabuhan.