Gunung Marapi Masih Berstatus Level II Waspada, PVMBG Ingatkan Potensi Bahaya Lahar Dingin
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan laporan berkala terkait pemantauan aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat.
Berdasarkan hasil pengamatan harian sepanjang Rabu (2/9/2026), gunung api yang membentang di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini masih bertahan pada Status Level II (Waspada).
Laporan pengamatan kondisi meteorologi di sekitar kawasan gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut mencatat cuaca berawan.
Suhu udara berada pada kisaran 18 hingga 24 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 74 hingga 99 persen.
Angin di sekitar puncak gunung berembus dengan intensitas lemah menuju ke arah barat daya, barat, dan barat laut.
Sementara itu, pemantauan visual menunjukkan tubuh gunung tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III, serta emisi asap kawah tidak teramati oleh tim di pos pengamatan.
Dari segi pemantauan kegempaan instrumensial, instrumen seismik merekam dinamika kegempaan internal yang cukup aktif pada tubuh gunung.
PVMBG mencatat keberadaan gempa vulkanik dangkal, vulkanik dalam, hingga gempa tektonik selama 24 jam pengamatan.
Petugas merekam satu kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 milimeter berdurasi 11 detik.
Selain itu, terdeteksi pula sebanyak delapan kali gempa Vulkanik Dalam dengan kisaran amplitudo 4 hingga 6 milimeter serta durasi berkisar antara 10 hingga 18 detik.
Aktivitas pergerakan lempeng di sekitar kawasan gunung juga terekam melalui dua kali kejadian gempa Tektonik Lokal serta lima kali gempa Tektonik Jauh.
Durasi gempa tektonik tersebut bervariasi dari 14 detik hingga yang terlama mencapai 90 detik.
Merespons tingkat aktivitas Level II ini, PVMBG menegaskan kembali larangan bagi masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak memasuki area berbahaya.
Seluruh aktivitas warga dilarang keras berada dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah serta aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Potensi ancaman bahaya lahar dingin berisiko tinggi terjadi, terutama saat intensitas curah hujan meningkat di area puncak.
Jika terjadi hujan abu vulkanik, warga disarankan mengenakan masker pelindung pernapasan serta menutup sarana air bersih warga agar tidak tercemar.