Guru-Guru di Payakumbuh Merespons Perubahan Zaman

Bimtek Creative Learning in Digital Age tahap III
Sumber :
  • Padang Viva

Padang – Saat teknologi logam muncul, masyarakat penganut peradaban batu yang tidak mampu beradaptasi tersingkir dan terasingkan. Kini zaman digital datang dengan segala teknologinya, dan kita harus bisa beradaptasi jika tak ingin terpuruk lebih dalam.

img_title Peringati Hari Santri 2026 di Ponpes Iqra, Wabup Pessel Ingatkan Peran Strategis Santri

Demikian penilaian Devis Adeviyoza atas makin merasuknya teknologi digital ke dalam kehidupan masyarakat kontemporer, termasuk dunia pendidikan. Devis adalah guru sejarah dari SMA Raudathul Jannah Payakumbuh. 

“Kita akan tersingkir dan terasing, masyarakat kita, murid-murid kita, jika memalingkan muka dari perkembangan dunia saat ini,”kata Devis Adeviyoza, Selasa 1 Agustus 2023.  

img_title Kabut Asap Memburuk, Pemko Padang Instruksikan PJJ Hingga Sabtu 17 Oktober 2026

Ketika diwawancara, Devis bersama ratusan guru SMA se-Kota Payakumbuh lainnya tengah mengikut Bimbingan Teknis (Bimtek) Creative Learning in Digital Age tahap III di Pusako Hotel, Bukittingi, 5 Mei 2023 lalu. 

Menurutnya Bimtek semacam ini penting untuk diikuti oleh tenaga pendidik. Dalam konteks mata pelajaran yang diampunya, ia melihat masih banyak tools digital yang mesti ia kenal dan kuasai demi membuat murid lebih menggemari pelajaran sejarah. “Jika sejarah diajarkan dengan cara yang membuat murid mudah bosan, sejarah akan  diabaikan, dan kita akan kehilangan pijakan lalu bingung menatap masa depan,” kata Devis lagi.

img_title Rasio Utang Pengguna Kredivo Hanya 10–19 Persen, Masuk Kategori Sangat Aman

Datangnya era digital telah membuat media pembelajaran menjadi tersebar dan beragam. Siswa bisa dengan mudah mengakses berbagai situs dan kanal vidio cara memperbaiki gadget, belajar coding, algoritma media, dsb, tanpa harus bergantung penuh pada pendidikan formal. Sekolah kini bukan satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.

Guru-guru SMK di Payakumbuh, menyadari hal tersebut. Menurut Rizky Rahmayeni, guru SMK Taman Siswa Payakumbuh, siswanya memang lebih mengenal dunia digital dibanding kebanyakan guru. 

“Kadang anak didik lebih pintar daripada kita, pengetahuan dan wawasannya luas. Jika kita ketinggalan (dalam pengetahuan dunia digital), maka akan makin susah proses pembelajarannya. Siswa kita sudah mengerti banyak hal, dan itu harus kita imbangi,” kata guru matematika berusia 33 tahun itu, saat diwawancara Desember 2022 lalu. 

Novri Rezky, guru dari SMK 3 Payakumbuh mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pengetahuan guru soal dunia digital memang harus mengimbangi pengetahuan siswa. Guru muda berusia 30 tahun ini mengatakan bahwa kini persoalannya adalah bagaimana memage pengetahuan anak didik tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title