BPS Catat Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Sumbar Tembus 2 Juta Selama Mei 2026
- Adriana Adie
Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat performa positif pada sektor pariwisata daerah. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Sumatera Barat dilaporkan berhasil menembus angka 2.004.175 perjalanan selama periode Mei 2026.
Angka pencapaian tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan bagi industri pelesiran di Ranah Minang. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni April 2026 yang mencatatkan sebanyak 1.886.972 perjalanan, terdapat kenaikan yang cukup signifikan.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengungkapkan bahwa persentase kenaikan kunjungan domestik ini berada di angka 6,21 persen. Menurutnya, grafik hijau ini menjadi sinyal kuat bahwa daya tarik wisata di Sumatera Barat masih sangat kuat di mata masyarakat Indonesia.
"Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan domestik menunjukkan aktivitas pariwisata di Sumatera Barat terus tumbuh," ujar Nurul Hasanudin dalam keterangan resminya di Padang.
Kenaikan performa pariwisata pada bulan Mei ini disinyalir dipicu oleh beberapa faktor strategis. Selain adanya momen libur nasional (long weekend), maraknya penyelenggaraan kegiatan festival budaya, wisata kuliner, serta agenda pertemuan berskala nasional (MICE) di beberapa kota/kabupaten seperti Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh turut mendongkrak arus kedatangan pelancong lokal.
Sumatera Barat, yang terkenal dengan keindahan alam seperti Kawasan Mandeh, Gunung Marapi, dan Lembah Harau, serta kekayaan warisan budaya dan kulinernya, dinilai sukses memanfaatkan momentum liburan untuk menarik minat kunjungan masyarakat dari luar provinsi, maupun pergerakan wisatawan antarkabupaten di dalam Sumbar sendiri.
Pertumbuhan pergerakan wisnus yang melebihi angka dua juta perjalanan ini diharapkan membawa dampak domino yang positif terhadap perekonomian masyarakat lokal. Sektor-sektor turunan pariwisata seperti perhotelan, penginapan, transportasi, industri kreatif, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner serta oleh-oleh dipastikan ikut merasakan perputaran uang yang masif.
Pihak BPS Sumbar berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan pada bulan-bulan berikutnya melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku industri wisata, dan masyarakat dalam menjaga kenyamanan serta keamanan destinasi.
Melalui data pertumbuhan sebesar 6,21 persen ini, Sumatera Barat kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan utama untuk tujuan wisata domestik di Pulau Sumatera. Pemerintah daerah setempat pun didorong untuk terus berinovasi dalam hal promosi dan infrastruktur demi menyambut lonjakan wisatawan pada paruh kedua tahun ini.