Gubernur Mahyeldi Ajak Semua Elemen Perang Lawan Narkoba
- Humas Polda Sumatra Barat
Padang – Penanganan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat menuntut langkah konkrit serta kewaspadaan kolektif yang berkelanjutan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menegaskan bahwa, perlawanan terhadap barang haram tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
Mahyeldi mengingatkan bahwa Sumatera Barat sejatinya memiliki benteng moral yang kokoh melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ancaman narkoba masih terus mengintai dan berpotensi merusak tatanan sosial serta masa depan daerah jika tidak dihadapi secara serius.
“Di Sumatera Barat, narkoba tidak boleh berkembang. Namun faktanya, itu tetap ada. Karena itu, momentum HANI ini harus meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat agar semakin peduli dan bersama-sama memerangi narkoba,” ujar Mahyeldi dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 28 Juli 2026.
Secara medis dan sosial, Mahyeldi memaparkan bahwa dampak kecanduan narkotika sangat merusak, terutama pada sistem saraf dan fungsi otak.
Kerusakan tersebut berakibat langsung pada menurunnya daya ingat, perubahan perilaku, hingga gangguan kemampuan berpikir yang menghambat tumbuh kembang generasi muda secara normal.
Kerusakan kognitif dan perilaku akibat zat adiktif tersebut dinilai menjadi ancaman langsung bagi pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Mahyeldi menilai, mustahil melahirkan pemimpin dan sumber daya manusia unggul yang berkarakter serta produktif jika generasi mudanya terjerat dalam lingkaran setan ketergantungan narkoba.
Tak hanya merusak masa depan individu, ancaman narkotika di Sumbar juga berbanding lurus dengan meningkatnya angka kriminalitas di ruang domestik maupun publik.
Mahyeldi membeberkan berbagai kasus kejahatan, seperti pencurian harta orang tua, perampokan, hingga tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dipicu oleh dorongan mendapatkan zat haram tersebut.
Sementara itu, Sekretaris LAN Provinsi Sumbar, Afriadi Maspira, menjelaskan bahwa peringatan HANI 2026 dikemas melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosial yang menyasar langsung akar rumput.
Rangkaian acara meliputi anjangsana panti asuhan, aksi bersih pantai, hingga roadshow edukatif ke nagari, sekolah, dan perguruan tinggi.
Afriadi menegaskan bahwa pawai parade kendaraan yang diselenggarakan merupakan simbol ajakan terbuka bagi seluruh elemen Ranah Minang untuk menolak kehadiran narkoba.