BMKG Minta Warga Padang dan Padang Pariaman Waspadai Cuaca Ekstrem Pagi Ini
- Pixabay
Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan rilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada Selasa 4 Juli 2026 pukul 10.01 WIB. Sejumlah daerah diperkirakan berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kondisi cuaca ekstrem ini diprakirakan bakal disertai potensi kilat atau petir serta angin kencang.
Fenomena cuaca tersebut diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 10.11 WIB di wilayah terdampak.
Wilayah utama yang menjadi pusat potensi cuaca buruk berada di Kabupaten Padang Pariaman.
Kecamatan Batang Anai dan Ulakan Tapakih menjadi daerah awal yang diperkirakan mengalami potensi hujan deras tersebut.
BMKG juga memperingatkan bahwa potensi hujan lebat dan angin kencang ini berpeluang meluas ke sejumlah kecamatan lain di sekitarnya.
Luapan potensi cuaca buruk ini mencakup wilayah Kabupaten Padang Pariaman serta Kota Padang.
Di Kabupaten Padang Pariaman, perluasan cuaca ekstrem diprakirakan dapat melanda Kecamatan Lubuk Alung, Nan Sabaris, hingga Sintuak Toboh Gadang. Warga di kawasan ini diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, untuk wilayah Kota Padang, potensi cuaca buruk diperkirakan meluas ke empat kecamatan utama. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Koto Tangah yang berada di bagian utara Kota Padang.
Selain itu, wilayah Kota Padang bagian selatan juga tidak terluput dari ancaman potensi hujan deras. Kecamatan Padang Selatan, Lubuk Begalung, hingga Bungus Teluk Kabung masuk dalam daftar area potensi perluasan.
Perubahan cuaca yang tergolong cepat ini diperkirakan dapat memicu penurunan jarak pandang serta genangan air di beberapa titik rawan. Pengendara jalan raya diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru dari BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan terus berlangsung.
Durasi potensi hujan deras dan angin kencang ini diprediksi bertahan hingga pukul 12.00 WIB.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang dan banjir lokal.