Bayam Duri, Gulma Berduri yang Ternyata Kaya Nutrisi dan Berkhasiat
- alidokter
Padang – Bayam duri Amaranthus spinosus selama ini kerap dipandang sebagai tanaman liar yang tumbuh mengganggu di kebun, pekarangan maupun lahan kosong.
Namun, di balik penampilannya yang sederhana dan duri tajam di pangkal batang, tanaman dari keluarga Amaranthaceae ini ternyata menyimpan kandungan nutrisi dan senyawa alami yang membuatnya telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Ciri paling mudah dikenali dari bayam duri adalah duri yang tumbuh di bagian pangkal batang. Tanaman ini memiliki akar tunggang, batang lunak berwarna hijau hingga kemerahan, serta daun berbentuk oval atau bulat telur memanjang.
Bunganya berukuran kecil dan umumnya berwarna hijau atau putih kehijauan yang tumbuh di ketiak daun maupun bagian ujung tanaman.
Seperti bayam pada umumnya, bayam duri juga memiliki sejumlah kandungan gizi. Daunnya diketahui mengandung vitamin dan mineral, di antaranya vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium serta magnesium.
Tanaman ini juga mengandung serat dan sejumlah senyawa fitokimia, seperti flavonoid dan tanin, yang banyak mendapat perhatian dalam penelitian mengenai tanaman obat.
Kandungan vitamin C dan berbagai senyawa antioksidan membuat bayam duri berpotensi mendukung pemeliharaan daya tahan tubuh.
Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari dampak radikal bebas. Meski demikian, manfaat tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan bergizi, bukan sebagai pengganti pengobatan ketika seseorang mengalami penyakit.
Bayam duri juga dikenal dalam pemanfaatan tradisional untuk membantu mengatasi keluhan yang berkaitan dengan kekurangan zat besi.
Mineral tersebut merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan hemoglobin. Namun, konsumsi bayam duri tidak dapat dianggap sebagai terapi tunggal untuk anemia karena penyebab anemia beragam dan memerlukan penanganan sesuai penyebabnya.
Kandungan serat pada daun bayam duri juga membuat tanaman ini berpotensi membantu menjaga kesehatan pencernaan. Serat berperan dalam mendukung fungsi saluran cerna dan membantu menjaga keteraturan buang air besar.
Karena itu, tanaman liar yang sering dicabut sebagai gulma ini sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan nabati apabila diolah dengan tepat.
Dalam pengobatan tradisional, bayam duri juga digunakan untuk pemakaian luar. Daunnya terkadang ditumbuk dan ditempelkan pada bagian kulit tertentu, termasuk untuk membantu meredakan keluhan seperti bisul atau iritasi kulit.