Pala Kaya Nutrisi, Rempah Nusantara yang Pernah Diburu Bangsa Eropa
- alodokter
Padang – Pala merupakan salah satu rempah yang memiliki kandungan nutrisi cukup beragam.
Buah dan bijinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tetapi juga mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral serta berbagai senyawa bioaktif yang membuat pala memiliki nilai lebih sebagai tanaman rempah.
Pada buah pala segar, kandungan kalorinya tergolong tidak terlalu tinggi.
Dalam setiap 100 gram buah pala terdapat sekitar 42 kalori.
Jumlah tersebut berasal dari beberapa kandungan utama, antara lain 11 gram karbohidrat, 0,5 gram serat, 0,3 gram protein dan 0,2 gram lemak.
Buah pala juga mengandung sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh. Dalam 100 gram buah pala segar terdapat sekitar 32 miligram kalsium, 24 miligram fosfor dan 1,5 miligram zat besi.
Selain itu, buah pala mengandung vitamin C sekitar 22 miligram yang turut menjadi bagian dari komposisi gizinya.
Sementara itu, biji pala kering memiliki kandungan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan buah segarnya.
Dalam 100 gram biji pala kering terdapat sekitar 518 kalori, dengan kandungan karbohidrat mencapai 40 gram, lemak 36 gram, protein 8 gram dan serat sekitar 4 gram.
Biji pala juga mengandung berbagai mineral, seperti kalsium, fosfor, kalium, besi dan natrium.
Namun, angka kandungan tersebut perlu dipahami berdasarkan bentuk dan jumlah konsumsinya karena biji pala umumnya digunakan sebagai rempah dalam jumlah kecil, bukan sebagai sumber utama nutrisi harian.
Selain zat gizi, pala memiliki berbagai senyawa bioaktif yang menjadi bagian penting dari karakteristik rempah tersebut.
Senyawa fenol dan flavonoid, misalnya, dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.
Kandungan tersebut membuat pala tidak hanya menarik dari sisi kuliner, tetapi juga dari sisi pemanfaatan tradisional.
Buah pala dapat diolah menjadi manisan, sirup dan minuman, sedangkan bijinya biasa digunakan sebagai bumbu untuk memberikan aroma serta rasa khas pada makanan.
Pala memiliki cita rasa dan aroma yang kuat sehingga penggunaannya biasanya tidak membutuhkan jumlah banyak.
Sedikit biji pala yang diparut atau dihaluskan sudah dapat memberikan aroma hangat dan khas pada masakan, terutama hidangan berkuah, berbumbu dan berbagai olahan tradisional.
Kekayaan kandungan serta karakter khas tersebut turut membuat pala memiliki nilai tinggi sejak masa lalu.