Cara Mengolah Usus Sapi Jadi Gulai Tambusu Khas Minang
Padang –Usus sapi dapat diolah menjadi hidangan khas Minangkabau yang dikenal dengan nama gulai tambusu.
Kuliner ini memiliki keunikan karena usus sapi digunakan sebagai pembungkus adonan telur dan tahu yang telah dibumbui.
Setelah direbus hingga matang, tambusu dimasak kembali bersama kuah gulai santan yang kaya rempah.
Langkah pertama dalam membuat gulai tambusu adalah membersihkan usus sapi dengan teliti.
Usus dialiri air hingga bagian dalamnya bersih dan tidak lagi mengeluarkan kotoran. Sisa lemak yang menempel juga perlu dibersihkan.
Untuk membantu mengurangi aroma khas jeroan, usus dapat diremas menggunakan garam dan air jeruk nipis, kemudian dibilas kembali hingga bersih.
Setelah bersih, salah satu ujung usus diikat menggunakan benang yang aman untuk makanan.
Selanjutnya, siapkan adonan isian yang terdiri dari tahu putih yang dihaluskan dan telur.
Bahan tersebut dicampur dengan bumbu berupa bawang merah, bawang putih, merica dan garam.
Irisan daun bawang juga bisa ditambahkan agar aroma isian semakin harum.
Adonan telur dan tahu kemudian dimasukkan ke dalam usus menggunakan corong kecil atau alat bantu lainnya.
Pengisian dilakukan secara perlahan dan tidak boleh terlalu penuh.
Sisakan ruang karena adonan telur akan mengembang ketika terkena panas.
Usus yang terlalu padat berisiko pecah saat direbus.
Setelah isian cukup, ujung usus yang terbuka diikat dengan kuat.
Tambusu kemudian direbus dalam air yang telah diberi daun salam, serai dan jahe.
Perebusan menggunakan api sedang cenderung kecil agar panas tidak terlalu kuat.
Saat usus mulai mengembang, permukaannya dapat ditusuk perlahan menggunakan jarum bersih atau lidi untuk membantu mengeluarkan udara.
Tambusu direbus hingga adonan telur dan tahu mengeras serta usus matang. Setelah itu, tambusu diangkat dan ditiriskan.
Tahap perebusan ini penting untuk membuat isian menjadi padat sehingga tidak mudah hancur ketika dimasak kembali bersama kuah gulai.
Untuk membuat kuahnya, haluskan cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit dan lengkuas.
Tumis bumbu bersama daun kunyit, daun jeruk, serai dan asam kandis hingga harum dan matang.
Bumbu yang matang akan menghasilkan aroma rempah yang menjadi ciri khas gulai Minang.
Selanjutnya, tuangkan santan encer dan air ke dalam bumbu.
Masak dengan api sedang sambil diaduk secara perlahan agar santan tidak pecah.
Setelah kuah mulai mendidih, masukkan tambusu yang telah direbus.
Masak menggunakan api kecil agar bumbu meresap secara perlahan.
Pada tahap akhir, tambahkan santan kental, garam dan bumbu penyedap sesuai selera. Masak hingga kuah gulai mengental dan mengeluarkan minyak alami.
Tambusu sebaiknya dimasak dengan api kecil agar teksturnya tetap utuh dan bumbu gulai meresap dengan baik.
Setelah matang, tambusu dapat diangkat dan dipotong-potong sebelum disajikan.
Potongan tambusu memperlihatkan isian telur dan tahu yang padat di dalam usus, berpadu dengan kuah gulai santan yang gurih, pedas dan kaya rempah.
Dengan proses pengolahan yang teliti, usus sapi yang semula hanya dianggap sebagai jeroan dapat berubah menjadi gulai tambusu khas Minang yang menggugah selera.