Punya Asam Lambung, Bolehkah Makan Tape Singkong? Ini yang Perlu Diperhatikan
- RRI
Padang –Tape singkong merupakan makanan tradisional hasil fermentasi singkong yang memiliki cita rasa manis, sedikit asam, dan aroma khas.
Jajanan ini kerap dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai makanan seperti kolak, gorengan, kue, hingga campuran minuman.
Namun, bagi orang yang memiliki keluhan asam lambung atau refluks, konsumsi tape singkong perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Tape singkong dibuat melalui proses fermentasi menggunakan ragi.
Selama proses tersebut, mikroorganisme mengubah sebagian karbohidrat dalam singkong menjadi berbagai senyawa, termasuk alkohol dan asam organik.
Kandungan tersebut membuat tape memiliki karakter rasa dan aroma yang berbeda dari singkong biasa.
Pada sebagian orang yang memiliki lambung sensitif, makanan hasil fermentasi seperti tape dapat memicu keluhan pencernaan.
Rasa asam, kandungan hasil fermentasi, serta kemungkinan terbentuknya gas dapat menyebabkan perut terasa begah, kembung, atau tidak nyaman. Respons setiap orang terhadap makanan juga dapat berbeda.
Tape singkong juga dapat menjadi masalah apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Karbohidrat yang difermentasi dapat berkontribusi terhadap produksi gas pada saluran pencernaan pada sebagian orang.
Kondisi perut yang kembung dan penuh dapat membuat keluhan refluks terasa semakin mengganggu, terutama pada orang yang memang sensitif terhadap makanan tertentu.
Karena itu, penderita asam lambung tidak selalu harus menganggap tape singkong sebagai makanan yang mutlak dilarang.
Namun, jika setiap kali mengonsumsi tape muncul gejala seperti rasa terbakar di dada, mual, perut begah, atau nyeri ulu hati, sebaiknya makanan tersebut dihindari.
Mengenali makanan pemicu secara individual menjadi hal penting dalam menjaga pola makan.
Bagi orang yang tetap ingin mencoba tape singkong, porsi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Konsumsilah dalam jumlah kecil terlebih dahulu dan perhatikan respons tubuh.
Sebaiknya jangan langsung mengonsumsi tape dalam jumlah banyak, terutama jika sebelumnya makanan tersebut pernah memicu keluhan.
Tape juga sebaiknya tidak dikonsumsi ketika perut dalam keadaan kosong apabila seseorang mengetahui bahwa makanan asam atau hasil fermentasi mudah memicu gejalanya.
Memilih waktu makan yang tepat dapat membantu mengurangi kemungkinan munculnya rasa tidak nyaman.