Manfaat Puasa Ditinjau Dari Aspek Medis

Ilustrasi
Sumber :
  • Pixabay

Padang – Pendakwah sekaligus praktisi kesehatan sunah Rasul, Dr. Zaidul Akbar membongkar sejumlah fakta tentang banyaknya manfaat berpuasa ditinjau dari aspek medis. Dikutip dari tayangan YouTube Kitab Kuning, ia menyebut bahkan dari sisi dunia medis juga mengakui manfaat dari berpuasa.

Dimas Drajad Siap Kembali Perkuat Persib Usai Hadapi Musim Sulit

"Belakangan ini intermittent fasting juga begitu populer di kalangan dunia barat. Pola diet intermittent fasting ini dalam islam dikenal dengan puasa Daud,"kata Dr. Zaidul Akbar.

Ia berpendapat, bahwa Islam merupakan agama yang low budget dalam urusan kesehatan, mau sehat gak perlu banyak dana. Puasa Daud yakni puasa selang seling yang mereka sebut intermittent fasting. 

Wakil Menteri ESDM Pastikan Distribusi Energi di Sumatera Barat Aman Selama Lebaran Idul Fitrri

"Kalau ikuti formula Allah luar biasa sekali," ujarnya.

Dijelaskan oleh Zaidul Akbar, Allah memerintahkan umat muslim untuk berpuasa selama 30 hari selama bulan Ramadan itu ternyata secara medis berkaitan dengan proses apoptosis. Apoptosis adalah proses dimana tubuh membunuh sendiri sel yang rusak.

Gelandang Persis Solo Ini Nikmati Puasa dan Latihan Mandiri di Kampung Halaman

"Kalau baca sel rusak bisa bunuh diri sendiri 11-14 hari. 365 dibagi 12 ketemu angka 30 maka orang yang enggak islam dalam baca buku ini dia harus stop makan dalam waktu 30 hari. Selama 1 bulan penuh itu Allah menginginkan kita tidak banyak makan untuk selnya bisa bekerja membunuh dirinya sendiri,"katanya.

Namun, Dr. Zaidul Akbar menyeyangkan jika selama bulan Ramadan masih banyak umat muslim khususnya di tanah air yang terlalu konsumtif dalam berbuka dan sahur. 

Halaman Selanjutnya
img_title