Kontroversi Proyek Rempang Eco City: Dukungan Massa dan Tokoh Masyarakat

Bentrokan antara warga dan Polisi di Rempang
Sumber :
  • via viva.co.id

Padang – Rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City di Batam mengundang kontroversi besar. Ribuan warga lokal bersatu untuk menolak rencana relokasi yang akan memengaruhi lahan yang mereka huni, yang juga merupakan tanah leluhur mereka. 

img_title Pantau Kebersihan Pasar Pusat, Hendri Arnis Instruksikan Damkar Semprot Area Toilet yang Berbau

Dikutip dari VIVA, berikut adalah berbagai pihak dan tokoh yang memberikan dukungan kepada masyarakat Pulau Rempang dalam penolakan mereka terhadap proyek ini.

  • Panglima Sakti Suku Dayak dan Masyarakat Melayu Kalimantan Barat
img_title Berbeda dengan Pemerintah, PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Hari Rabu

Panglima Pajaji dari suku Dayak Kalimantan Barat menyatakan solidaritasnya kepada masyarakat Pulau Rempang dan berencana berkunjung ke sana untuk memberikan bantuan. Pengurus Wilayah Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (DPW PFKPM) Kalimantan Barat juga menggelar aksi protes menentang penggusuran di Pulau Rempang.

  • PP Muhammadiyah
img_title Reaksi UAS Terkait Eskalasi Timur Tengah: Dukung Iran Hadapi Agresi Amerika-Israel

PP Muhammadiyah menilai bahwa relokasi penduduk yang telah menetap sejak sebelum kemerdekaan Indonesia adalah langkah yang tidak sesuai dengan konstitusi. Mereka menentang klaim Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, yang menyatakan bahwa wilayah itu belum pernah dikelola, dan berpendapat bahwa penggusuran ini lebih menguntungkan investor daripada masyarakat lokal.

Baca juga: Penolakan Penggusuran di Pulau Rempang: Sahabat UAS Dipanggil Polisi

  • PBNU (Nahdlatul Ulama)

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa investasi harus berdampak positif pada kualitas hidup masyarakat, terutama yang terkena dampak langsung.

  • Ustaz Abdul Somad (UAS)

Ustaz Abdul Somad meminta tokoh-tokoh Melayu yang memiliki jabatan untuk bersuara dan berusaha mengatasi masalah relokasi masyarakat adat di Pulau Rempang.

Masyarakat Kepulauan Meranti membentuk Aliansi Masyarakat Kepulauan Meranti Peduli Rempang dan Galang untuk mengekspresikan dukungan mereka kepada masyarakat Pulau Rempang.

  • Masyarakat Melayu Jambi

Masyarakat Melayu Jambi menggelar aksi unjuk rasa menentang relokasi dan mendesak pemerintah untuk meninjau ulang proyek tersebut.

  • Solidaritas Rempang Galang Medan

Kelompok Solidaritas Rempang Galang dari Medan mengadakan demonstrasi di Medan, mengecam tindakan represif dan kekerasan yang dialami oleh penduduk Pulau Rempang dan Galang, serta menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dan hak adat.

Baca juga: Ini Dia Video Viral Panglima TNI Perintahkan Piting Masyarakat Pulau Rempang