Korupsi RSUD Pasbar, Mantan Direktur Sempat Ingin Mundur Dari Jabatan

Ilustrasi Pemberian Uang. Sumber Foto/Pixabay
Ilustrasi Pemberian Uang. Sumber Foto/Pixabay
Sumber :

Padang – Heru Widyawarman, tersangka perkara dugaan korupsi Mega Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah, Pasaman Barat (Pasbar) tahun anggaran 2018 - 2020, sempat mengajukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatan Direktur RSUD dan Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Rahmi Jasim dan Erlina Eka Wati selaku kuasa hukum Heru mengungkap, meski sudah mengajukan permohonan pengunduran diri, namun tidak dikabulkan oleh Bupati dan Sekretaris Daerah waktu itu. Alasan kliennya mengundurkan diri dari jabatan strategis itu, lantaran sudah melihat adanya kejanggalan. 

https://padang.viva.co.id/ragam-perkara/459-babak-baru-perkara-korupsi-mega-proyek-rsud-pasaman-barat

“Kami minta pihak kejaksaan mengusut kasus ini dengan terang dan tanpa tebang pilih. Panggil Mantan Bupati dan Mantan Sekda waktu itu sebagai saksi yang meringankan bagi klien saya. Karena klien saya dalam kasus ini, hanya sebagai korban,” kata Rahmi Jasim, Jumat 5 Agustus 2022.

Rahmi bilang, kliennya pada saat itu dipaksa untuk mencairkan termin proyek dengan ancaman apabila tidak bersedia mencairkannya, maka pembangunan akan dihentikan. Ancaman itu, juga datang dari pihak manajemen PT MAM Energindo.

“Klien saya seorang dokter dan bukan ahli konstruksi. Makanya disaat itu ia mengajukan pengunduran diri dikarenakan tidak memiliki keahlian dalam hal teknis. Bahkan saat itu ia juga telah melibatkan tim teknis dari Dinas PUPR dan pengawas eksternal ahli konstruksi,” ujarnya.

Oleh sebab itu kata Rahmi, sebagai upaya hukum terhadap klien kami, maka kami akan mengajukan penangguhan penahanan dan akan menghadirkan saksi yang meringankan untuk dipersidangkan nanti.

Heru Widyawarman, ditetapkan dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pasaman Barat pada Kamis kemarin. Proses penetapan dan penahanan mantan Direktur RSUD Pasbar itu, sempat diwarnai tangisan dari anggota keluarga dan simpatisan dokter yang datang memberikan dukungan kepada tersangka.