Bukan Sekadar Tren, Mengapa 'Slow Living' Jadi Jawaban Gen Z Hadapi Burnout

Gen z
Sumber :
  • iStock

Padang – Di tengah gempuran media sosial yang menuntut kecepatan, generasi muda mulai memutar haluan menuju slow living.

img_title Tren Gaya Hidup Gen Z 2026: Mengurai Alasan Work-Life Balance dan Konsumsi Berkelanjutan Jadi Prioritas

Gaya hidup ini bukan berarti bermalas-malasan, melainkan sebuah kesadaran untuk menikmati momen saat ini dan menentukan prioritas hidup dengan lebih bermakna.

Bagi banyak Gen Z, ini adalah mekanisme pertahanan diri yang paling efektif melawan budaya kompetisi yang tidak sehat.

img_title Memaknai Budaya Minum Kopi dan Potensi Komoditas Nusantara

Tren ini muncul sebagai respons terhadap tingginya angka burnout atau kelelahan mental di tempat kerja.

Dengan menerapkan slow living, individu belajar untuk berani berkata "tidak" pada tuntutan yang berlebihan dan menyediakan ruang bagi diri sendiri untuk bernapas.

img_title Isu Pertalite ada Semen: Pertamina Gandeng Lemigas dan Buka Layanan Pengaduan di SPBU

Hal ini menciptakan keseimbangan baru di mana kualitas hidup tidak lagi diukur dari seberapa sibuk seseorang, melainkan seberapa tenang mereka menjalani hari.

Pergeseran nilai ini ternyata tidak hanya mengubah cara orang menjalani hari, tetapi juga mengubah peta ekonomi dunia.

Banyak orang kini lebih rela mengeluarkan uang demi pengalaman yang menenangkan dibandingkan barang mewah. Fenomena inilah yang kemudian memicu lahirnya industri baru yang kini kita kenal sebagai Wellness Economy.