Menilik Sejarah dan Segarnya Es Doger

Es Doger
Sumber :
  • istockphoto

Padang – Di tengah gempuran minuman kekinian dan es krim modern, Es Doger tetap berdiri kokoh sebagai salah satu kuliner tradisional primadona masyarakat Indonesia. Minuman berbahan dasar santan dan es serut ini tidak hanya menawarkan rasa manis yang menyegarkan, tetapi juga membawa memori nostalgia bagi penikmatnya.

Nama "Doger" sendiri memiliki asal-usul yang unik. Berdasarkan sejarahnya, istilah ini merupakan singkatan dari "Dorong Gerobak," merujuk pada cara para penjual menjajakan minuman ini berkeliling pemukiman. Meski sering dikaitkan dengan kuliner khas Bandung atau Jakarta, es doger sebenarnya diyakini berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

"Es doger punya ciri khas pada aroma santan dan pasta cocopandan-nya. Teksturnya yang agak kasar namun cepat lumer di mulut membuatnya berbeda dari es krim pabrikan," ujar salah satu pengamat kuliner lokal.

Secara teknis, es doger terdiri dari es serut yang telah dicampur dengan santan, gula, dan sirup merah. Kekuatan utamanya terletak pada ragam isian atau topping yang melimpah. Mulai dari tape singkong, ketan hitam, pacar cina (mutiara), potongan roti tawar, hingga serutan kelapa muda.

Memasuki tahun 2026, variasi es doger mulai merambah ke dunia digital dengan munculnya versi instan berbentuk bubuk minuman (powder) hingga inovasi rasa seperti durian dan alpukat kocok sebagai pelengkap. Harga segelas es doger di pasaran saat ini masih tergolong terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 tergantung kelengkapan isinya.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba membuatnya sendiri, rahasia kelembutan es doger terletak pada proses pembekuan santan yang diaduk secara berkala atau menggunakan mixer agar tidak mengkristal kasar. Dengan bahan-bahan yang mudah didapat di pasar tradisional, es doger tetap menjadi pilihan utama untuk melepas dahaga di tengah cuaca terik.

img_title Resep Rahasia Burgo Khas Palembang: Perpaduan Dadar Tepung Beras dan Kaldu Santan Gurih