Progres Huntara Sumbar Capai 80 Persen, Target Rampung Sebelum Lebaran 2026

Pembangunan Huntara di Palembayan
Sumber :
  • Humas BNPB

Padang – Proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif. Memasuki akhir Februari 2026, pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor dilaporkan telah mencapai angka 80 persen. Pemerintah menargetkan seluruh unit dapat segera ditempati sebelum memasuki bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

img_title Komisi X DPR RI Tinjau Sekolah Pascabencana di Padang, Rp7,74 Miliar Digontorkan untuk Revitalisasi

Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan saat ini progres pembangunan huntara di sejumlah wilayah terdampak telah mendekati 80 persen. Dengan pembangunan huntara didukung berbagai sumber pendanaan, mulai dari dana tanggap darurat, bantuan dari BNPB, hingga kontribusi organisasi kemasyarakatan yang ikut membantu percepatan penanganan pascabencana.

Berdasarkan data terbaru dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, dari total usulan 728 unit huntara di Sumatera Barat, sebanyak 721 unit di antaranya telah berhasil dirampungkan. Lokasi pembangunan ini tersebar di beberapa wilayah terdampak parah, termasuk Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman.

Di Kabupaten Tanah Datar, sebanyak 20 kepala keluarga penyintas banjir bandang asal Nagari Guguak Malalo telah mulai menempati Huntara Danantara yang berlokasi di tepi Danau Singkarak sejak awal Februari lalu. Sementara di Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Palembayan, pemerintah baru saja meresmikan 273 unit huntara yang kini siap digunakan oleh masyarakat.

Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Pelaksana Satgas, Tito Karnavian, dalam rapat koordinasi di Jakarta menyebutkan bahwa jumlah pengungsi di tenda-tenda darurat telah menurun drastis seiring dengan rampungnya unit-unit huntara ini. “Fokus kita saat ini adalah memastikan warga tidak lagi berada di tenda saat Lebaran nanti. Keamanan dan kenyamanan penyintas adalah prioritas utama,” tegasnya.

Selain pembangunan huntara, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga mulai menggenjot pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Untuk Sumatera Barat, tercatat sekitar 655 unit huntap sedang dalam tahap konstruksi dari total usulan 3.611 unit. Sinergi antara BUMN dan lembaga kemanusiaan, seperti distribusi material bata interlock dari Semen Padang, menjadi kunci percepatan hunian permanen ini.

Masyarakat menyambut baik progres cepat ini. Kehadiran huntara yang layak diharapkan mampu memulihkan kondisi psikososial warga serta membangkitkan kembali aktivitas ekonomi lokal yang sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi tahun lalu.