Perkuat Ekosistem Musik Tradisional, Kemendikbudristek Gelar Linmtara

Ilustrasi. Alat musik tradisional
Ilustrasi. Alat musik tradisional
Sumber :
  • nasabamedia

Orientasinya adalah merepresentasikan spirit pelestarian yang dinamis dalam menjawab tuntutan dan tantangan global dengan tetap membawa identitas keberagaman musik tradisi yang khas.

Lebih lanjut, Ketua Panitia Linmtara, Setyawan Jayantoro menyampaikan bahwa ada 242 kelompok, berasal dari 29 provinsi dan 120 kota/kabupaten yang terdaftar dalam program Linmtara pada tahun 2021. 

“Raihan ini tentu menjadi catatan krusial yang memperlihatkan antusiasme masyarakat, khususnya semangat generasi muda dalam berperan serta mengembangkan inovasi musik tradisi nusantara melalui berbagai wujud kreativitas yang sangat menjanjikan,” jelas pria yang akrab di sapa SJ ini. 

Mengacu kepada pelaksanaan Linmtara tahun 2021, SJ optimistis, perjalanan Linmtara berpotensi kuat akan menjadi tren di kalangan generasi muda musik nusantara dalam mengapresiasi kekayaan musik tradisi Indonesia melalui sebuah ajang kompetisi yang mendidik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Atsanti, Nilo Wardhani menegaskan bahwa eksistensi dari penyelenggaraan program Linmtara ini harus dapat memperkokoh pijakan kita sebagai bangsa yang besar untuk terus menggali nilai-nilai spiritualitas budaya Nusantara yang tercermin dari musik tradisi.

“Generasi muda Indonesia dapat dipacu untuk terus-menerus mengaktualisasikan kekayaan dan keberagaman musik tradisi nusantara sebagai materi kreativitas penciptaan musik yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks kekinian melalui ajang ini,” tutur Nilo. 

Senada dengan itu, salah satu juri Linmtara 2022, Singgih Sanjaya, mengungkapkan pentingnya publikasi karya hasil dari Linmtara. “Hasil dari Linmtara ini kiranya dapat memperluas publikasi karya-karya musik kreatif dan secara konsisten terus mengembangkan konsep inovasi semacam ini sehingga panggungnya akan semakin berkembang, berinovasi terus menerus hingga mendunia,” pungkasnya.